Uptodai.com - Kasus kematian misterius ilmuwan nuklir AS kembali menjadi sorotan publik setelah kepolisian New Mexico berhasil mengidentifikasi jasad Casias, seorang asisten administrasi di Laboratorium Nasional Los Alamos. Jasad wanita berusia 54 tahun tersebut ditemukan di kawasan hutan McGaffey Ridge, sekitar 9,6 kilometer dari lokasi terakhir ia terlihat hidup. Di dekat jasadnya, polisi juga menemukan sebuah pistol misterius yang hingga kini belum diketahui kepemilikannya.

Sebelum menghilang secara misterius pada Juni 2025, Casias diketahui sempat menghapus seluruh data di ponselnya dan meninggalkannya di rumah. Ia juga sempat mengelabui keluarganya dengan alasan lupa membawa kartu identitas kerja agar bisa bekerja dari rumah. Rekaman kamera pengawas terakhir hanya memperlihatkan dirinya berjalan sendirian di sepanjang State Road 518 tanpa arah yang jelas.

Sejarah Kelam Laboratorium Los Alamos

Laboratorium Nasional Los Alamos tempat Casias bekerja bukanlah fasilitas sembarangan, melainkan pusat riset militer sensitif yang melahirkan bom atom pertama dalam Proyek Manhattan. Sebagai fasilitas nuklir utama Amerika Serikat, tempat ini menyimpan berbagai rahasia pertahanan negara yang sangat krusial. Kematian staf di lembaga ini tentu memicu kekhawatiran besar mengenai potensi kebocoran informasi atau sabotase pihak luar di tengah tensi geopolitik global yang kian memanas.

Penemuan jasad Casias ini menambah daftar panjang kasus serupa yang menimpa para ahli pertahanan dan kedirgantaraan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Sebelum kasus ini mencuat, mantan pegawai Los Alamos bernama Anthony Chavez juga dilaporkan hilang tanpa jejak sejak Mei 2025. Tidak lama setelah itu, Steven Garcia, seorang kontraktor pemerintah, juga lenyap secara misterius setelah meninggalkan rumahnya dengan membawa senjata api.

Rentetan Kematian di Sektor Kedirgantaraan

Fenomena mengerikan ini ternyata tidak hanya menyasar para staf laboratorium nuklir, tetapi juga merambah ke sektor kedirgantaraan nasional Amerika Serikat. Pada tahun 2023, ilmuwan senior NASA Michael David Hicks dilaporkan meninggal dunia secara mendadak tanpa penyebab yang jelas. Setahun berikutnya, spesialis riset antariksa Frank Maiwald juga mengembuskan napas terakhir, disusul hilangnya insinyur dirgantara Monica Reza saat mendaki di hutan Los Angeles.

Penyelidikan kini semakin diperketat seiring dengan hilangnya mantan Mayor Jenderal Angkatan Udara AS, William Neil McCasland, yang kini tengah ditangani serius oleh FBI. Keterlibatan agen federal ini menunjukkan bahwa rentetan peristiwa ini bukan sekadar kebetulan biasa, melainkan ancaman keamanan nasional yang nyata. Publik kini berspekulasi adanya operasi intelijen asing yang secara sistematis menargetkan para pemikir terbaik di sektor pertahanan Amerika Serikat.