Uptodai.com - Kerja Sama Shopee dan Google kini memasuki babak baru yang lebih canggih melalui pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut. Induk perusahaan Shopee, Sea Group, resmi menggandeng raksasa teknologi Google untuk menciptakan prototipe agentic AI khusus bagi platform belanja daring tersebut. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengubah cara konsumen berinteraksi dengan aplikasi e-commerce secara total.

Teknologi agentic AI ini memiliki kemampuan yang jauh lebih superior dibandingkan dengan AI generatif biasa yang sekadar membuat konten teks atau gambar. Google mendefinisikan sistem ini sebagai entitas otonom yang mampu menetapkan tujuan, menyusun rencana, hingga mengeksekusi langkah-langkah rumit tanpa banyak campur tangan manusia. Hal ini memungkinkan pengguna mendapatkan asisten belanja pribadi yang benar-benar mengerti kebutuhan mereka secara dinamis.

Mengenal Keunggulan Teknologi Agentic AI Shopee

Berbeda dengan chatbot tradisional yang hanya merespons pertanyaan, teknologi Agentic AI Shopee akan menggunakan Large Language Models (LLM) untuk berpikir dan mengambil keputusan. Sistem ini dapat mengelola alur tugas yang kompleks, mulai dari membandingkan harga hingga memberikan rekomendasi produk berdasarkan preferensi yang sangat personal. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan efisiensi tinggi bagi para pembeli di platform Shopee.

Bagi Google, langkah menggandeng Sea Group merupakan upaya nyata untuk memonetisasi model AI milik mereka ke sektor ritel global. Perusahaan mesin pencari terbesar di dunia tersebut ingin menunjukkan bahwa kemampuan AI tidak terbatas pada fungsi percakapan saja. Mereka berambisi memperkenalkan fungsi asisten yang mampu membantu proses belanja dari berbagai aplikasi sekaligus mengelola manajemen tugas yang sistematis.

Persaingan Ketat dengan Lazada dan Alibaba

Langkah progresif ini juga menjadi jawaban atas pergerakan kompetitor utama mereka di Asia Tenggara, yakni Lazada. Induk usaha Lazada, Alibaba, sebelumnya telah merilis model AI baru yang mereka klaim sebagai penanda dimulainya era baru agentic AI. Persaingan teknologi di industri e-commerce kini tidak lagi sekadar soal promo harga, melainkan adu kecanggihan fitur kecerdasan buatan.

Meskipun persaingan semakin sengit, Shopee saat ini masih memegang kendali pasar yang sangat kuat di kawasan ini. Berdasarkan laporan dari Momentum Works, Shopee mendominasi pasar e-commerce Asia Tenggara dengan pangsa pasar mencapai 52 persen. Kehadiran kolaborasi Sea Group Google ini diprediksi akan semakin memperkokoh posisi mereka sebagai pemimpin pasar digital.

Potensi Besar Pasar Digital di Indonesia

Data terbaru dari Sensor Tower menunjukkan betapa masifnya potensi pasar ritel digital di Indonesia sepanjang tahun 2025. Jumlah unduhan aplikasi belanja di tanah air menembus angka 181 juta kali dengan total waktu penggunaan mencapai 8,68 miliar jam. Angka yang fantastis ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat bergantung pada platform marketplace untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Shopee sendiri tetap menjadi aplikasi paling populer di kategori ritel berkat strategi fitur video commerce yang agresif. Selain fokus pada pengalaman belanja, kerja sama Shopee dan Google juga akan merambah ke sektor pengembangan game. Mereka berencana menggunakan AI untuk mentransformasi produktivitas dalam menciptakan konten-konten hiburan digital yang lebih inovatif di masa depan.

Kemitraan strategis ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari kolaborasi sukses antara Shopee dan YouTube yang telah diumumkan pada tahun 2024 lalu. Dengan integrasi teknologi Google yang semakin mendalam, ekosistem digital Sea Group diprediksi akan menjadi jauh lebih efisien dan responsif. Transformasi ini menandai pergeseran besar dalam cara dunia teknologi melayani konsumen di era kecerdasan buatan.