Modus WO Ayu Puspita Jerat Calon Pengantin: Paket Murah, Venue Mewah, Honeymoon Bali
Uptodai.com - Polda Metro Jaya mengungkap modus WO Ayu Puspita yang diduga menipu puluhan calon pengantin dengan tawaran menggiurkan. Melalui perusahaan PT Ayu Puspita Sejahtera, para pelaku menawarkan paket pernikahan berharga murah, namun dibalut janji fasilitas mewah yang sulit ditolak.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan, skema penipuan ini dijalankan oleh APD selaku pemilik sekaligus pengelola utama wedding organizer tersebut, bersama seorang staf pemasaran berinisial DHP. Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Paket Pernikahan Murah dengan Bonus Tak Masuk Akal
Menurut penyelidikan, penipuan wedding organizer ini bermula dari promosi paket pernikahan yang jauh di bawah harga pasar. Namun, di balik harga murah itu, terselip berbagai bonus yang tampak sangat mewah. Mulai dari venue pernikahan eksklusif, vendor lengkap, hingga paket liburan gratis.
“Yang ditawarkan kepada korban adalah paket murah, tapi dengan fasilitas tambahan yang fantastis,” ujar Kombes Iman, Sabtu (13/12). Justru di sinilah para korban mulai tergiur dan merasa mendapatkan penawaran langka.
Iming-iming Honeymoon Bali Jadi Daya Tarik Utama
Tak berhenti di situ, tersangka juga menjanjikan honeymoon Bali sebagai bonus bagi calon pengantin yang melunasi pembayaran lebih cepat. Paket bulan madu tersebut diklaim mencakup tiket pesawat pulang-pergi, menginap di vila selama tiga hari dua malam, hingga fasilitas wisata lainnya.
Janji manis ini dikemas seolah-olah sebagai promo terbatas. Akibatnya, banyak korban memilih segera membayar uang muka hingga pelunasan, tanpa menyadari adanya kejanggalan dalam sistem bisnis WO tersebut.
Uang Korban Diduga Dipakai untuk Kepentingan Pribadi
Namun, kenyataannya berbeda jauh dari janji. Berdasarkan hasil penyidikan, dana yang disetorkan para korban tidak digunakan untuk memesan venue maupun vendor pernikahan. Sebaliknya, uang tersebut diduga dialihkan untuk kepentingan pribadi para tersangka.
“Skema ini sengaja dirancang agar terlihat eksklusif dan menguntungkan, padahal faktanya tidak demikian,” kata Iman. Akibatnya, banyak calon pengantin gagal mendapatkan hak mereka, bahkan mendekati hari pernikahan.
WO Berbadan Hukum Jadi Kedok Penipuan
Lebih lanjut, polisi mengungkap bahwa bisnis jasa WO ini telah berjalan sejak 2016. Pada 2024, usaha tersebut dikemas dalam bentuk badan hukum, sehingga semakin meyakinkan korban. Legalitas inilah yang kemudian dimanfaatkan sebagai kedok untuk melancarkan aksi penipuan secara lebih masif.
Selain APD dan DHP, kasus serupa juga ditangani Polres Metro Jakarta Utara dengan tersangka lain berinisial A dan D. Keduanya disebut memiliki peran sebagai pemilik dan pegawai dalam praktik penipuan WO terhadap puluhan korban.
Imbauan Polisi untuk Calon Pengantin
Kasus WO Ayu Puspita Sejahtera menjadi peringatan keras bagi masyarakat. Polisi mengimbau calon pengantin agar lebih teliti memilih wedding organizer dan tidak mudah tergiur paket murah dengan fasilitas berlebihan.
Jika penawaran terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan, maka kehati-hatian adalah kunci. Mengecek rekam jejak, transparansi kontrak, serta alur pembayaran menjadi langkah penting agar momen bahagia tidak berubah menjadi mimpi buruk.