Jay Idzes Dihukum Penalti Jelang Bela Timnas Indonesia
Uptodai.com - Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes baru saja melewati momen dramatis bersama klubnya, Sassuolo, dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Liga Italia. Menjelang keberangkatannya untuk membela Skuad Garuda di ajang FIFA Series 2026, sang bek tengah justru terlibat insiden yang memicu perdebatan panas di lapangan hijau.
Insiden tersebut terjadi saat Sassuolo bertandang ke markas Juventus di Allianz Stadium, Turin, pada Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu menyisakan cerita menarik mengenai performa sekaligus hukuman yang diterima Idzes di menit-menit krusial babak kedua.
Laga ini menjadi sangat penting bagi Idzes untuk menjaga ritme permainan sebelum terbang ke Jakarta. Namun, sebuah keputusan dari Video Assistant Referee (VAR) memaksa sang pemain harus menerima kenyataan pahit di pengujung laga.
Kontribusi Positif dan Insiden Handball di Menit Akhir
Sebelum insiden hukuman tersebut terjadi, Bek Timnas Indonesia Jay Idzes sebenarnya tampil sangat solid mengawal lini pertahanan Sassuolo. Pemain berusia 25 tahun ini bahkan menjadi aktor penting di balik gol penyeimbang kedudukan yang dicetak oleh Andrea Pinamonti pada menit ke-52.
Idzes melepaskan umpan kunci yang membelah pertahanan Juventus sehingga memudahkan Pinamonti membobol gawang lawan. Gol tersebut sempat membangkitkan asa Sassuolo untuk mencuri poin penuh setelah tertinggal lebih dulu lewat gol Kenan Yildiz di menit ke-14.
Sayangnya, petaka menghampiri Idzes pada menit ke-87 saat ia berupaya menghalau serangan bertubi-tubi dari pemain Juventus. Bola secara tidak sengaja menyentuh lengannya di dalam kotak terlarang, yang langsung memicu protes keras dari para pemain tuan rumah.
Penjelasan Mantan Wasit Liga Italia Terkait Hukuman Jay Idzes
Wasit yang memimpin pertandingan segera melakukan peninjauan melalui layar VAR di pinggir lapangan untuk memastikan posisi tangan Idzes. Setelah observasi mendalam, wasit memutuskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran dan memberikan hadiah penalti untuk Juventus.
Mantan wasit ternama Liga Italia, Luca Marelli, turut memberikan pandangan teknisnya mengenai keputusan tersebut melalui saluran DAZN. Menurut Marelli, Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes layak mendapatkan hukuman karena posisi tangannya dianggap tidak wajar dalam situasi tersebut.
Marelli menjelaskan bahwa lengan Idzes berada di atas ketinggian bahu saat bola mengenai anggota tubuhnya. Secara regulasi, posisi lengan yang membuat tubuh terlihat lebih besar dalam situasi bertahan sangat berisiko membuahkan hukuman penalti bagi tim yang bertahan.
Keberuntungan Sassuolo dan Fokus Menuju FIFA Series 2026
Beruntung bagi Sassuolo, eksekusi penalti yang dilakukan oleh kapten Juventus, Manuel Locatelli, gagal membuahkan gol kemenangan. Kiper Arijanet Muric tampil sebagai pahlawan dengan menepis tendangan Locatelli yang mengarah lemah ke sisi gawang.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, sehingga kesalahan Idzes tidak berujung pada kekalahan timnya. Hasil ini menjadi modal mental yang cukup baik bagi Idzes sebelum mengalihkan fokus sepenuhnya ke level internasional bersama Timnas Indonesia.
Pelatih baru Skuad Garuda, John Herdman, telah memasukkan nama Idzes ke dalam daftar 24 pemain final untuk ajang FIFA Series 2026. Turnamen ini akan menjadi debut resmi Herdman setelah menggantikan posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh Patrick Kluivert.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan menjamu tiga negara sekaligus, yakni St Kitts and Nevis, Kepulauan Solomon, dan Bulgaria. Kehadiran Jay Idzes sebagai pemimpin di lini belakang sangat diharapkan mampu memberikan stabilitas pertahanan bagi Skuad Garuda dalam menghadapi lawan-lawan dari berbagai konfederasi tersebut.