Uptodai.com - Jayden Oosterwolde tolak Timnas Indonesia demi mengejar ambisi besarnya menembus skuad utama De Oranje di masa depan. Meskipun sang ibu terus memberikan dorongan agar ia membela tanah leluhurnya, bek tangguh Fenerbahçe ini tetap teguh pada pendirian pribadinya. Penolakan ini menjadi sorotan tajam mengingat performa sang pemain yang kini tengah menanjak di kompetisi Eropa.

Nama Jayden Oosterwolde belakangan ini memang menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air dan internasional. Pemain berusia 24 tahun tersebut dilaporkan masuk dalam radar belanja raksasa Liga Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Ketertarikan klub sekelas PSG membuktikan bahwa kualitas teknis yang dimiliki Oosterwolde berada di level tertinggi.

Minat Paris Saint-Germain dan Nilai Pasar yang Fantastis

Paris Saint-Germain kabarnya siap merogoh kocek dalam untuk mengamankan jasa bek serbabisa ini pada bursa transfer mendatang. Berdasarkan data dari Transfermarkt, nilai pasar Oosterwolde saat ini menyentuh angka Rp312 miliar. Harga tersebut dianggap sangat sepadan dengan kemampuan sang pemain yang fasih beroperasi sebagai bek tengah maupun bek kiri.

Klub kaya raya asal Paris itu melihat potensi besar dalam diri Oosterwolde untuk memperkuat lini pertahanan mereka yang mulai menua. Namun, PSG harus bernegosiasi alot dengan Fenerbahçe karena sang pemain masih terikat kontrak hingga Juni 2028. Jika transfer ini benar-benar terealisasi, maka peluang Oosterwolde untuk dilirik pelatih Belanda, Ronald Koeman, akan semakin terbuka lebar.

Jayden Oosterwolde Tolak Timnas Indonesia Demi Mimpi di Belanda

Di tengah hiruk-pikuk rumor transfer tersebut, terselip fakta menarik mengenai latar belakang keluarga sang pemain. Oosterwolde memiliki darah Indonesia yang mengalir dari ibunya, sementara ayahnya berasal dari Suriname. Hal inilah yang mendasari munculnya harapan agar ia bersedia menjalani proses naturalisasi untuk memperkuat skuad Garuda.

Dalam sebuah wawancara dengan media Turki, A Spor, Oosterwolde secara terbuka menceritakan dinamika internal keluarganya terkait pilihan tim nasional. Ia mengaku bahwa orang tuanya, terutama sang ibu, rutin menanyakan kesediaannya untuk membela Indonesia atau Suriname. Pertanyaan tersebut bahkan muncul hampir setiap bulan sebagai bentuk dukungan keluarga terhadap asal-usul mereka.

“Ibu saya berasal dari Indonesia dan ayah saya dari Suriname. Mereka menghubungi saya setiap bulan untuk menanyakan apakah saya ingin bermain untuk Indonesia atau Suriname,” ujar Oosterwolde secara jujur. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini tetaplah mengenakan seragam kebanggaan Timnas Belanda.

Ambisi Menembus Skuad De Oranje

Pemain kelahiran Belanda ini merasa memiliki kualitas yang cukup untuk bersaing memperebutkan satu tempat di lini belakang Belanda. Ia menganggap bermain untuk Belanda adalah impian masa kecil yang ingin ia perjuangkan dengan sekuat tenaga. Keyakinan inilah yang membuatnya secara diplomatis menolak tawaran untuk berpindah federasi ke Indonesia saat ini.

Secara regulasi FIFA, pintu bagi Oosterwolde untuk membela Timnas Indonesia sebenarnya masih terbuka sangat lebar. Hal ini dikarenakan sang pemain belum pernah mencatatkan penampilan atau caps bersama tim nasional senior Belanda dalam pertandingan resmi. PSSI sendiri terus memantau perkembangan pemain-pemain berkualitas di Eropa untuk meningkatkan level permainan tim nasional.

Meski Jayden Oosterwolde tolak Timnas Indonesia untuk saat ini, dinamika sepak bola internasional selalu penuh dengan kejutan. Jika di masa depan persaingan di skuad Belanda terlalu ketat, bukan tidak mungkin ia akan mempertimbangkan kembali opsi membela tanah kelahiran ibunya. Namun untuk saat ini, fokus sang bek adalah memberikan performa terbaik bagi Fenerbahçe dan mengejar mimpi di Eropa.