Uptodai.com - Kekalahan mengejutkan yang dialami pemuncak klasemen sementara, Borneo FC, dari Malut United menjadi angin segar bagi tim-tim di bawahnya. Momen ini dimanfaatkan betul oleh Macan Kemayoran, yang bertekad kuat agar Persija Jakarta pangkas selisih poin saat menjamu Bhayangkara FC.

Laga krusial pekan ini akan mempertemukan Persija Jakarta melawan Bhayangkara FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 19.00 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar upaya meraih tiga poin biasa, melainkan momentum emas untuk merangsek naik ke papan atas.

Saat ini, Persija menduduki peringkat keempat dengan koleksi 29 poin dari 14 pertandingan yang telah dilakoni. Mereka hanya tertinggal dua poin dari Malut United yang berada di posisi ketiga, serta berjarak lima angka dari Persib Bandung dan Borneo FC yang menempati dua posisi teratas.

Persija Jakarta Berpeluang Besar Mengubah Peta Klasemen

Hasil minor yang didapatkan Borneo FC usai ditaklukkan Malut United dengan skor tipis 2-3 diyakini membuka peluang bagi Macan Kemayoran. Jika berhasil mengamankan poin penuh, Persija akan mengoleksi 32 poin, hanya terpaut dua angka dari pemuncak klasemen.

Asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, menegaskan bahwa timnya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Kemenangan atas Bhayangkara FC menjadi harga mati, terutama karena mereka bermain di hadapan pendukung sendiri.

“Kami selalu berharap bisa bermain maksimal di Jakarta. Itulah poinnya, supaya kami bisa mengejar ketertinggalan,” ujar Ricky dalam konferensi pers jelang laga di SUGBK, Minggu (28/12/2025).

Ricky menambahkan bahwa kekalahan Borneo di tangan Malut United memberikan motivasi ekstra. “Ini juga memberikan kesempatan buat kami. Kalau kami menang besok, jarak poinnya tidak akan terlalu jauh lagi. Kami harus selalu ambil poin penuh di kandang,” tegas pria berusia 45 tahun tersebut.

Tiga poin di kandang akan sangat vital untuk menjaga asa di paruh musim. Tujuannya jelas, yakni memastikan bahwa saat memasuki putaran kedua, peta persaingan Liga Indonesia tetap terbuka lebar dan semua tim masih memiliki kesempatan untuk bersaing di puncak.

Tantangan Berat Tanpa Pelatih Kepala

Meskipun memiliki peluang besar untuk memangkas selisih poin, Persija harus menghadapi tantangan teknis yang cukup berat. Mereka dipastikan tampil tanpa kehadiran pelatih kepala, Mauricio Souza, yang harus absen karena akumulasi kartu kuning.

Absennya Souza membuat Ricky Nelson mengambil alih komando penuh di pinggir lapangan. Meskipun demikian, Ricky memastikan bahwa koordinasi dengan pelatih kepala tetap berjalan intensif selama masa persiapan.

“Masalah komunikasi dengan pelatih kepala kami jalani selama latihan. Mulai dari pertandingan Semen Padang hingga persiapan menghadapi Bhayangkara, kami rutin mengadakan meeting tim pelatih dengan pelatih kepala,” jelas Ricky.

Segala aspek teknis dan taktik telah disiapkan matang bersama para pemain. Namun, Ricky mengakui bahwa implementasi saat pertandingan berlangsung akan sangat dinamis, mengingat regulasi melarang komunikasi langsung antara pelatih yang terkena sanksi dengan tim di lapangan.

“Untuk teknis besok, saya belum tahu pasti seperti apa bentuknya, karena sesuai regulasi kan tidak boleh ada komunikasi dari atas atau bawah. Jadi, kita lihat saja besok, bagaimana dinamika di lapangan,” pungkas Ricky, menyiratkan bahwa keputusan taktis akan sangat bergantung pada intuisi staf pelatih yang bertugas.

Laga kontra Bhayangkara FC bukan hanya sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga ujian mental bagi Persija Jakarta untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di papan atas, bahkan saat dihadapkan pada kendala teknis dan absennya pelatih utama.