Uptodai.com - Kondisi PSM Makassar di kompetisi domestik sedang tidak menentu. Setelah sempat bangkit di awal kedatangan pelatih baru, kini Juku Eja harus berhadapan dengan periode sulit usai mencatatkan tiga hasil minor beruntun.

Menanggapi tren negatif tersebut, Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha mengungkapkan bahwa proses adaptasi dirinya di Liga Indonesia, yang kini dikenal sebagai Super League 2025-2026, masih terus berlangsung dan membutuhkan waktu.

Rentetan hasil minor ini membuat PSM Makassar tertahan di papan tengah klasemen, jauh dari target awal untuk bersaing di posisi empat besar. Situasi ini tentu menjadi tantangan besar bagi pelatih asal Republik Ceko tersebut.

Tantangan Adaptasi Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha di Super League

Tomas Trucha datang ke Makassar untuk menggantikan Bernardo Tavares, yang hengkang akibat permasalahan finansial dengan manajemen klub. Kedatangan Trucha sempat membawa angin segar, ditandai dengan debut apik berupa tiga kemenangan beruntun yang memukau para suporter.

Namun, performa impresif itu terhenti ketika PSM ditahan imbang oleh Persebaya Surabaya, diikuti kekalahan beruntun dari Malut United dan Persib Bandung. Kekalahan terakhir 0-1 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi pengalaman berharga bagi sang pelatih.

Laga di Kota Kembang tersebut disaksikan langsung oleh lebih dari 29 ribu penonton, menciptakan atmosfer yang sangat berbeda dari pengalaman Trucha sebelumnya. Ia mengakui bahwa kondisi stadion yang penuh sesak adalah pengalaman baru baginya sebagai pelatih di Asia Tenggara.

“Saya adalah pendatang baru di sini, tentu saya masih harus belajar banyak. Saya pikir ini adalah pertama kalinya saya tampil di stadion dengan kondisi full house seperti itu,” ujar Tomas Trucha.

Pelatih berusia 45 tahun ini mengaku sangat menikmati atmosfer yang tercipta di GBLA malam itu. Ia secara spesifik memuji dukungan Bobotoh, suporter Persib, yang menurutnya memiliki magis tersendiri dalam mendukung tim kesayangan mereka.

“Bahkan ketika mereka kompak menekan kita, itu justru menjadi motivasi yang sangat bagus bagi para pemain dan kami untuk berbuat yang terbaik,” tambahnya, menekankan bahwa tekanan suporter lawan bisa menjadi pemicu semangat.

Optimisme Juku Eja Menuju Papan Atas

Meskipun menghadapi periode sulit, Trucha tetap mempertahankan sikap optimistisnya. Ia percaya bahwa PSM Makassar memiliki potensi besar untuk bersaing di papan atas klasemen, bersanding dengan tim kuat seperti Persib.

Menurutnya, setiap pertandingan adalah kesempatan untuk belajar. Proses Adaptasi Super League Indonesia tidak hanya berlaku untuk dirinya, tetapi juga bagi para pemain dalam mencerna gaya bermain yang ia terapkan.

“Saya percaya setiap pertandingan, pemain akan terus beradaptasi dengan gaya bermain saya, dan saya juga beradaptasi dengan liga ini. Saya harus belajar soal tim lawan dan gaya bermain mereka, sehingga di setiap pertandingan kami akan terus menjadi lebih baik,” jelas Trucha.

Juru taktik Juku Eja ini masih mengingat betul kondisi tim saat ia pertama kali tiba, di mana PSM berada di posisi ke-15 klasemen. Kini, mereka sudah berhasil naik ke posisi kedelapan, sebuah peningkatan yang patut diapresiasi.

“Ini adalah laga yang sulit, apalagi melawan tim yang sangat kuat. Namun, setelah melihat hasilnya, saya percaya kita sudah berjalan di jalan yang benar, dan di setiap gimnya kami akan tampil lebih baik,” pungkasnya, menegaskan bahwa PSM Makassar siap menghadapi jadwal padat yang akan datang.