Uptodai.com - Keberhasilan Argentina lolos ke final Piala Dunia 2026 diraih setelah menumbangkan perlawanan sengit Inggris di babak semifinal. Kapten Albiceleste, Lionel Messi, menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras dan kualitas permainan timnya. Messi juga membantah keras tudingan miring yang menyebut timnya mendapat perlakuan istimewa sepanjang turnamen bergengsi ini berlangsung.

Pencapaian ini membawa sang juara bertahan selangkah lebih dekat untuk mempertahankan gelar yang mereka raih di Qatar pada tahun 2022 lalu. Di usianya yang kini menginjak 39 tahun, Messi masih menjadi motor serangan utama yang sangat ditakuti lawan. Kehadiran sang megabintang di atas lapangan terbukti memberikan suntikan mental yang sangat besar bagi skuad asuhan Lionel Scaloni.

Kualitas dan Dominasi Argentina di Lapangan

Dalam wawancaranya bersama dsports, Messi mengungkapkan rasa bangganya terhadap perjuangan seluruh rekan setimnya. Ia menyebut Argentina tidak hanya mengandalkan semangat juang yang tinggi, tetapi juga taktik permainan yang matang. Meski sempat tertinggal lebih dulu dari Inggris, armada Tango mampu bangkit dan mendominasi jalannya pertandingan hingga peluit panjang berbunyi.

Penyesalan Harry Kane Atas Taktik Bertahan Inggris

Di kubu lawan, kapten timnas Inggris Harry Kane tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah gagal melangkah ke partai puncak. Penyerang Bayern Muenchen tersebut menilai The Three Lions melakukan kesalahan fatal dengan bermain terlalu bertahan setelah unggul 1-0. Menurutnya, keputusan untuk mengendurkan serangan di level semifinal Piala Dunia adalah sebuah kesalahan yang harus dibayar mahal.

Kekalahan ini memperpanjang puasa gelar internasional Inggris yang telah berlangsung sejak tahun 1966 silam. Kane mengakui bahwa hasil ini sangat menyakitkan karena seluruh pemain telah memberikan segalanya di atas lapangan hijau. Kegagalan dengan cara seperti ini meninggalkan luka mendalam bagi skuad asuhan Gareth Southgate yang sebenarnya tampil impresif sejak fase grup.

Perubahan Alur Pertandingan di Babak Kedua

Inggris sebenarnya sempat memegang kendali permainan pada babak pertama hingga awal babak kedua melalui skema tekanan tinggi. Strategi tersebut sukses membuat lini tengah Argentina kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka. Namun, setelah Inggris mencetak gol pembuka, momentum justru beralih sepenuhnya ke tangan Argentina yang tampil lebih agresif menyerang.