Uptodai.com - Bagi banyak pengguna, aplikasi kebugaran di iPhone menjadi asisten wajib untuk memantau kemajuan olahraga harian. Program-program ini sangat berguna untuk mencatat jarak lari, intensitas latihan beban, hingga rute bersepeda. Namun, laporan terbaru mengungkapkan bahwa

Aplikasi iPhone pantau data pengguna secara berlebihan, bahkan ketika pengguna tidak sedang beraktivitas fisik.

Kenyamanan yang ditawarkan oleh aplikasi-aplikasi ini ternyata datang dengan harga privasi yang cukup mahal. Perusahaan keamanan siber, Surfshark, baru-baru ini melakukan analisis mendalam terhadap 16 aplikasi kebugaran populer yang tersedia di Apple App Store. Hasilnya menunjukkan adanya praktik pengumpulan data yang jauh melampaui kebutuhan fungsional aplikasi tersebut.

Skandal Pelacakan Data di Ekosistem iOS

Studi yang dilakukan Surfshark tersebut menganalisis 16 aplikasi kebugaran terkemuka di iPhone. Mereka menemukan fakta mengejutkan bahwa rata-rata aplikasi tersebut mengumpulkan setidaknya 12 jenis data yang berbeda dari 35 kategori data yang diizinkan oleh Apple.

Angka ini menunjukkan bahwa aplikasi kebugaran cenderung lebih agresif dalam “memanen” informasi pribadi dibandingkan jenis aplikasi lain. Selain itu, temuan paling krusial adalah 75% dari 16 aplikasi yang diteliti ini ternyata berbagi data pengguna dengan pihak ketiga.

Proses pembagian data ini dikenal sebagai ‘pelacakan’ atau tracking. Dalam mekanisme ini, data yang dikumpulkan oleh aplikasi—seperti ID pengguna, ID perangkat, atau profil—kemudian dihubungkan dengan data dari entitas luar, seperti perusahaan periklanan atau analitik. Praktik inilah yang membuat pengguna merasa diawasi, karena data pribadi mereka digunakan untuk menargetkan iklan.

Fitbit dan Strava Paling Rakus Mengumpulkan Data

Dari semua aplikasi yang dianalisis, Fitbit menempati posisi teratas sebagai aplikasi yang paling banyak mengumpulkan data. Aplikasi yang sering terhubung dengan perangkat smartwatch ini tercatat mengumpulkan hingga 24 jenis data unik dari penggunanya.

Ironisnya, 19 jenis data dari total tersebut dianggap tidak diperlukan sama sekali agar aplikasi dapat berfungsi secara normal. Data-data tambahan ini sering kali dimanfaatkan untuk tujuan di luar kebugaran, seperti iklan pihak ketiga, analitik mendalam, atau personalisasi produk pengembang.

Sementara itu, Strava, yang dikenal sebagai aplikasi kebugaran sosial, juga menunjukkan perilaku yang serupa. Meskipun jumlah total data yang dikumpulkan sedikit lebih rendah, Strava menggunakan 21 jenis data di luar fungsi inti aplikasi. Ini berarti sebagian besar data yang dikumpulkan oleh Strava diarahkan untuk tujuan pelacakan dan pemasaran.

Mengapa Aplikasi Kebugaran Mengambil Data Lebih Banyak?

Data tambahan yang dikumpulkan oleh aplikasi kebugaran seringkali sangat berharga di pasar digital. Informasi tentang pola tidur, detak jantung, lokasi lari, hingga kebiasaan makan pengguna dapat digunakan untuk menciptakan profil konsumen yang sangat spesifik.

Profil ini kemudian dijual kepada pihak ketiga yang ingin menargetkan iklan dengan presisi tinggi. Oleh karena itu, bagi pengembang, data ini adalah aset yang jauh lebih berharga daripada biaya pengembangan aplikasi itu sendiri.

Sebagai perbandingan, aplikasi seperti Centr menunjukkan pendekatan yang jauh lebih menghargai privasi. Centr melaporkan hanya mengumpulkan tiga jenis data, yaitu ID pengguna, interaksi produk, dan data kesalahan. Meskipun salah satu dari data tersebut masih digunakan untuk pelacakan, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan Fitbit yang mengumpulkan sekitar delapan kali lipat lebih banyak data.

Waspada Aplikasi Kebugaran Lain yang Berisiko

Selain Fitbit dan Strava, beberapa aplikasi lain juga masuk dalam daftar yang mengumpulkan data pribadi secara signifikan. Daftar tersebut mencakup Nike Training Club, Runna, The Body Coach Workout Planner, dan ALO Wellness Club.

Nike Training Club, misalnya, secara eksplisit menggunakan data pribadi yang sensitif untuk menargetkan pengguna dengan iklan yang sangat terpersonalisasi. Pengguna harus selalu berhati-hati saat memberikan izin akses, terutama izin yang tampaknya tidak relevan dengan fungsi utama aplikasi.

Tips Mencegah Aplikasi iPhone Pantau Data Anda Secara Berlebihan

Untuk melindungi privasi digital Anda, ada beberapa langkah yang dapat diambil saat menggunakan aplikasi kebugaran di iPhone. Langkah pertama adalah selalu meninjau izin aplikasi segera setelah instalasi.

Pastikan Anda hanya memberikan izin akses ke data yang benar-benar dibutuhkan aplikasi untuk beroperasi, misalnya akses lokasi hanya saat aplikasi digunakan. Selain itu, manfaatkan fitur privasi bawaan Apple, seperti App Tracking Transparency (ATT).

Fitur ATT memungkinkan pengguna untuk menolak permintaan aplikasi melacak aktivitas mereka di aplikasi dan situs web pihak ketiga. Dengan mengambil langkah proaktif ini, Anda dapat menikmati manfaat aplikasi kebugaran tanpa harus mengorbankan keamanan data pribadi Anda.