Terungkap! Penyebab Malut United Kalah 1-2 dari Bhayangkara FC
Uptodai.com - Hasil pahit harus diterima Malut United setelah takluk 1-2 dari Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan ke-19 Super League 2025-2026. Kekalahan ini memicu pertanyaan besar mengenai performa Laskar Kie Raha, dan pelatih Hendri Susilo akhirnya membeberkan penyebab Malut United kalah 1-2.
Laga yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu (31/1/2026) sore WIB tersebut menjadi pukulan telak di hadapan pendukung sendiri. Dalam konferensi pers pascalaga, Hendri Susilo tidak menutupi rasa kecewanya yang mendalam.
Evaluasi Hendri Susilo dan Kegagalan Taktik Babak Pertama
Pelatih kawakan itu secara lugas mengakui bahwa skema permainan yang telah dipersiapkan matang justru tidak berjalan efektif di lapangan. Hendri merasa para pemainnya gagal menerapkan instruksi yang diberikan sejak awal pertandingan. “Tentu kami kecewa dengan kekalahan ini. Game plan yang disiapkan untuk pertandingan melawan Bhayangkara tak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Hendri.
Bhayangkara FC, yang tampil disiplin dan solid, berhasil unggul lebih dulu berkat gol Moussa Sidibe pada menit ke-22. Keunggulan The Guardians of Saburai kemudian diperlebar oleh Moises Wolschick saat babak kedua baru berjalan tujuh menit (52′).
Malut United sempat merespons melalui gol David Da Silva di menit ke-70, yang sempat membangkitkan harapan suporter tuan rumah. Sayangnya, upaya sisa waktu yang tersisa tidak mampu menghasilkan gol penyeimbang, membuat skor akhir tetap 1-2.
Menyikapi hasil minor tersebut, Hendri Susilo menegaskan bahwa tanggung jawab penuh berada di pundaknya. Ia melihat ada banyak faktor kompleks yang berkontribusi pada kekalahan timnya, terutama di lini tengah. “Kalau menurut saya, ada banyak faktor penyebab kekalahan kami dari Bhayangkara. Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab atas hasil ini dan akan melakukan evaluasi Hendri Susilo untuk menghadapi laga selanjutnya,” tegasnya.
Kontras Dominasi Malut United yang Terlambat
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Laskar Kie Raha memang sangat kesulitan menembus pertahanan rapat Bhayangkara FC di 45 menit pertama. Para pemain kunci seperti Ciro Alves dan rekan-rekannya hanya mampu melepaskan dua kali percobaan tendangan. Ironisnya, tidak ada satu pun tembakan tersebut yang mengarah tepat ke gawang Bhayangkara FC selama paruh pertama pertandingan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Bhayangkara sukses meredam kreativitas serangan Malut United di fase krusial. Kerangka pertahanan yang diterapkan The Guardians of Saburai terbukti efektif mematikan pergerakan di sepertiga akhir lapangan.
Memasuki paruh kedua, Malut United mencoba mengubah irama permainan dan hasilnya mereka mampu mendominasi total jalannya laga. Tim tuan rumah mencatatkan 69 persen penguasaan bola, sebuah angka yang masif dan menunjukkan tekanan yang diberikan.
Dari total 11 percobaan yang dilakukan, lima di antaranya berhasil mengenai target, namun hanya berbuah satu gol yang dicetak oleh David Da Silva. Dominasi bola yang terlambat ini mengindikasikan bahwa Malut United gagal mengkonversi tekanan menjadi peluang nyata di saat krusial.
Kekalahan ini tentu menjadi catatan penting bagi tim pelatih untuk segera memperbaiki efektivitas serangan dan pertahanan tim. Evaluasi menyeluruh harus dilakukan sebelum mereka menghadapi jadwal padat Super League selanjutnya demi menjaga posisi di papan tengah.