Uptodai.com - Pelatih Timnas Brasil akhirnya membeberkan alasan Carlo Ancelotti cadangkan Neymar saat timnya sukses menumbangkan Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan taktis ini sempat memicu perdebatan sengit di kalangan pendukung Selecao yang sangat menantikan aksi sang megabintang di atas lapangan hijau. Namun, sang juru taktik asal Italia tersebut memiliki pertimbangan matang demi menjaga keseimbangan permainan timnya.

Strategi Taktis Ancelotti di Piala Dunia 2026

Sebelum turnamen akbar ini dimulai, kondisi fisik Neymar memang terus menjadi sorotan akibat badai cedera yang kerap menghantamnya. Mantan pemain Barcelona dan PSG tersebut sempat mengalami cedera betis serius sesaat sebelum bergabung dengan pemusatan latihan nasional. Hal ini memicu keraguan publik mengenai kebugaran sang penyerang untuk bersaing di level tertinggi Piala Dunia.

Di sisi lain, regenerasi lini serang tim Samba kini tengah berjalan sangat pesat dengan kehadiran talenta-talenta muda yang luar biasa. Nama-nama seperti Vinicius Junior, Rodrygo, Gabriel Martinelli, hingga wonderkid Endrick mulai menggeser dominasi pemain senior di skuad utama. Situasi ini membuat persaingan memperebutkan posisi starter di lini depan Brasil menjadi jauh lebih kompetitif dari sebelumnya.

Pergeseran Peran Neymar di Skuad Selecao

Neymar yang dahulu selalu menjadi tumpuan utama kini harus beradaptasi dengan peran barunya sebagai mentor bagi para pemain muda. Di bawah asuhan Ancelotti, kolektivitas tim kini lebih diutamakan ketimbang ketergantungan pada satu sosok bintang saja. Pendekatan modern ini diharapkan mampu membawa Brasil kembali merajai panggung sepak bola dunia setelah puasa gelar yang cukup lama.

Alasan Perubahan Rencana di Tengah Laga

Dalam laga sengit kontra Jepang, Ancelotti sebenarnya sudah menyusun rencana khusus untuk memberikan menit bermain bagi Neymar. Ia sempat berdiskusi dengan sang pemain untuk memasukkannya sebagai pemain pengganti di sekitar menit ke-60 atau ke-65. Rencana tersebut dipersiapkan untuk memecah kebuntuan andai Brasil masih kesulitan membongkar pertahanan rapat tim Samurai Biru.

Namun, jalannya pertandingan berubah drastis setelah Casemiro berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-56. Gol penyama tersebut mengembalikan momentum permainan ke tangan Brasil yang sebelumnya tertinggal akibat gol cepat Kaishu Sano. Perubahan situasi di lapangan ini membuat Ancelotti harus berpikir ulang mengenai pergantian pemain yang akan dilakukannya.

Meskipun Neymar sudah melakukan pemanasan di pinggir lapangan, Ancelotti akhirnya memilih untuk memasukkan Endrick dan Gabriel Martinelli. Pelatih kawakan tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak ingin merusak ritme permainan yang sudah mulai dikendalikan dengan baik oleh para pemain di lapangan. Alhasil, Neymar harus rela menghabiskan sisa waktu pertandingan di bangku cadangan.

Keputusan berani mantan pelatih Real Madrid ini terbukti jitu setelah Martinelli mencetak gol kemenangan dramatis di akhir babak kedua. Dengan kemenangan tipis 2-1 ini, Brasil resmi mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Selanjutnya, tim Samba akan bersiap menghadapi tantangan berat dari pemenang laga antara Pantai Gading atau Norwegia.