Ikuti Shin Tae-yong, John Herdman Pelajari Budaya Lokal Timnas
Uptodai.com - Kedatangan John Herdman sebagai arsitek baru Timnas Indonesia membawa angin segar, terutama karena ia mengambil langkah fundamental yang pernah dilakukan pendahulunya. Pelatih asal Inggris ini secara terbuka menyatakan bahwa ia akan fokus untuk John Herdman pelajari budaya Indonesia sebagai kunci utama keberhasilan di kursi kepelatihan.
Pendekatan ini menunjukkan keseriusan dan pemahaman mendalam bahwa sepak bola di Tanah Air bukan sekadar taktik di lapangan, tetapi juga urusan hati dan koneksi emosional. Herdman, yang resmi diumumkan PSSI pada Sabtu, 3 Januari 2026, menyadari betul tanggung jawab besar yang dipikulnya di hadapan hampir 280 juta rakyat Indonesia.
Filosofi John Herdman: Budaya Adalah Fondasi Kekuatan Tim
John Herdman tidak akan main-main dengan jabatan barunya setelah menggantikan Patrick Kluivert yang diberhentikan pada akhir 2025. Juru taktik berusia 50 tahun ini mendapatkan kontrak awal selama dua tahun dengan opsi perpanjangan, menunjukkan ambisi jangka panjangnya di Asia Tenggara.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan di lapangan hijau sangat bergantung pada seberapa baik ia dapat menyatu dengan lingkungan sekitar. Bagi Herdman, mempelajari adat istiadat dan kebiasaan lokal adalah cara tercepat untuk membangun chemistry yang solid, baik di antara pemain maupun dengan para suporter fanatik.
Membangun Ikatan Batin dengan Skuad Garuda
Herdman, yang sebelumnya sukses membawa Timnas Kanada ke Piala Dunia 2022, menyadari bahwa mengelola tim di negara yang sangat beragam seperti Indonesia membutuhkan pendekatan personal. Ia tidak hanya ingin para pemain memahami taktiknya, tetapi juga merasakan ikatan emosional yang kuat dengannya.
“Anda benar-benar harus memahami orang-orang dan adat istiadatnya untuk menciptakan hubungan itu,” ujar John Herdman, seperti dikutip dari The Canadian Press News. Ia menambahkan bahwa keterlibatan penuh dalam budaya adalah bagian krusial dari proses adaptasi yang harus ia jalani.
Menurutnya, tanpa pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat dan para pemain, komunikasi akan terhambat dan tim tidak akan mencapai potensi maksimalnya. Langkah ini merupakan bukti keseriusan Herdman untuk menyerap atmosfer sepak bola Indonesia secara menyeluruh.
Mengikuti Jejak Shin Tae-yong dan Budaya Lokal
Langkah John Herdman pelajari budaya lokal bukanlah yang pertama dilakukan oleh pelatih kepala Timnas Indonesia. Ia secara jelas meniru pendekatan yang pernah diterapkan oleh Shin Tae-yong, yang kini telah menjadi ikon bagi transformasi Skuad Garuda.
Sebelum resmi diperkenalkan PSSI pada akhir Desember 2019, Shin Tae-yong telah melakukan kunjungan spesifik untuk mendalami budaya Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu bahkan secara khusus mempelajari aspek keagamaan yang sangat dominan di Tanah Air.
Pendekatan Shin Tae-yong Terhadap Nilai-Nilai Islam
Shin Tae-yong pernah menceritakan upayanya untuk memahami kultur Islam yang dianut mayoritas pemainnya. “Sejak awal, saya mencoba memahami budaya Islam,” kata Shin Tae-yong pada 2019, mengutip dari media Korea Selatan, Sportalkorea.
Ia bahkan mencari seorang dokter di Jakarta yang merupakan penganut agama Islam dan memintanya untuk bercerita panjang lebar mengenai ajaran tersebut. Dedikasi Shin Tae-yong dalam memahami kebiasaan puasa, waktu salat, dan etika Islami terbukti berhasil membangun rasa hormat dan loyalitas tinggi dari para pemain.
Tugas Berat dan Agenda Padat Menanti John Herdman
Terlepas dari upaya adaptasi budaya yang sedang dilakukan, John Herdman sudah ditunggu segudang tugas berat yang harus segera ia hadapi. Kedatangannya bertujuan untuk mengembalikan moral tim setelah kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 di bawah asuhan Patrick Kluivert.
Pada 2026, Skuad Garuda memiliki agenda yang sangat padat. Mereka dijadwalkan tampil di FIFA Series pada 23–31 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang akan menjadi debut resmi Herdman di hadapan publik Indonesia.
Setelah itu, Timnas akan menghadapi serangkaian FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November. Puncak tantangan di tahun tersebut adalah Piala AFF 2026, yang dijadwalkan bergulir mulai 25 Juli. Keberhasilan Herdman di turnamen regional ini akan sangat menentukan persepsi publik terhadap masa depannya di Indonesia.
Dengan fokus awal pada pemahaman budaya, Herdman berharap dapat segera menanamkan filosofi bermainnya sambil memastikan koneksi emosional dengan para pemain terjalin kuat. Langkah awal ini menjadi sinyal positif bahwa ia siap berjuang tidak hanya dengan taktik, tetapi juga dengan hati.