Uptodai.com - Drama transfer panas kembali terjadi di kancah Liga Italia. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Juventus buru Davide Frattesi dan kini menjadi klub yang paling diunggulkan untuk mendapatkan tanda tangan gelandang serba bisa milik Inter Milan tersebut.

Pemain berusia 26 tahun ini dikabarkan merasa tidak puas dengan minimnya menit bermain yang ia dapatkan di Giuseppe Meazza. Meskipun baru bergabung pada musim panas 2023 dari Sassuolo, Frattesi gagal mengamankan posisi starter reguler di bawah asuhan Simone Inzaghi.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi rival abadi mereka, Juventus, untuk memanfaatkan situasi tersebut. Si Nyonya Tua tengah mencari solusi cepat untuk memperkuat lini tengah mereka yang sempat dihantam masalah skorsing pemain kunci.

Frattesi Butuh Panggung, Juventus Buru Davide Frattesi

Kedatangan Frattesi ke Inter Milan awalnya diharapkan mampu memberikan dimensi baru di lini tengah Nerazzurri. Namun, ia lebih sering berperan sebagai super-sub yang masuk pada babak kedua untuk mengubah tempo pertandingan.

Persaingan di lini tengah Inter sangat ketat, terutama dengan keberadaan Hakan Calhanoglu, Nicolò Barella, dan Henrikh Mkhitaryan yang menjadi trisula tak tergantikan. Belakangan, peran Frattesi semakin tergerus menyusul perkembangan pemain muda lainnya di skuad.

Keinginan Frattesi untuk hengkang didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mendapatkan menit bermain yang konsisten. Tujuannya jelas, yakni mengamankan tempatnya di Timnas Italia, terutama menjelang turnamen besar seperti Piala Dunia.

Keuntungan Besar di Pihak Bianconeri

Juventus melihat peluang ini sebagai solusi sempurna untuk menambah kedalaman dan kualitas di paruh kedua musim Serie A. Mereka sangat membutuhkan suntikan energi baru setelah kehilangan Paul Pogba dan Nicolò Fagioli akibat kasus doping dan judi ilegal.

Menurut laporan dari jurnalis Italia, Matteo Moretto, posisi Juventus saat ini sangat menguntungkan. Moretto menekankan bahwa faktor relasi dan kebutuhan skuad membuat Bianconeri memimpin jauh di depan pesaing lain, termasuk Fenerbahce yang juga menunjukkan minat serius.

Selain itu, hubungan profesional antara Frattesi dan pelatih Timnas Italia, Luciano Spalletti, yang juga dekat dengan lingkungan Juventus, menjadi nilai tambah. Kedekatan ini diyakini akan mempercepat proses adaptasi Frattesi jika ia benar-benar mendarat di Turin.

Pelatih Massimiliano Allegri secara terbuka membutuhkan gelandang yang memiliki kemampuan transisi cepat dan daya jelajah tinggi. Frattesi dinilai memiliki profil yang tepat untuk mengisi kekosongan tersebut, sekaligus memberikan opsi rotasi yang lebih segar bagi tim.

Syarat Ketat Inter Milan di Bursa Transfer Januari Serie A

Meskipun Inter Milan memahami bahwa Frattesi ingin pergi, mereka tidak akan membiarkan sang gelandang dilepas dengan harga murah. Klub peraih Scudetto itu menetapkan persyaratan finansial yang sangat ketat untuk setiap negosiasi yang masuk.

Manajemen Inter memprioritaskan transfer permanen, atau setidaknya skema pinjaman dengan kewajiban beli (obligation to buy) yang terikat pada klausul mudah tercapai. Mereka tidak tertarik pada tawaran pinjaman murni tanpa jaminan pembelian di akhir musim.

Moretto mengonfirmasi bahwa Inter menyadari kepergian Frattesi pada Januari adalah skenario yang realistis. Namun, mereka tidak berniat menjualnya di bawah valuasi pasar yang sudah ditetapkan, mengingat potensi besar yang dimiliki pemain tersebut.

Inter harus menyeimbangkan neraca keuangan dan memastikan bahwa dana hasil penjualan Frattesi dapat dialokasikan untuk target transfer lain. Oleh karena itu, negosiasi antara kedua raksasa Italia ini diprediksi akan berjalan alot hingga hari-hari terakhir Bursa Transfer Januari Serie A.