Uptodai.com - Kekalahan Real Madrid dari Getafe pada pekan ke-26 La Liga musim 2025/2026 menjadi kejutan besar bagi para penggemar sepak bola Spanyol. Bermain di markas sendiri, Santiago Bernabeu, tim asuhan Alvaro Arbeloa justru harus menyerah dengan skor tipis 0-1 dari sang tamu.

Los Blancos sebenarnya tampil sangat dominan dan menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal. Mereka terus menekan pertahanan lawan dan melepaskan belasan tembakan ke arah gawang, namun efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang tak kunjung terpecahkan.

Getafe yang hanya mencatatkan penguasaan bola sebesar 23 persen justru mampu tampil lebih klinis dalam memanfaatkan peluang. Martin Satriano menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah setelah tembakan volinya pada menit ke-39 berhasil merobek jala Madrid dan bertahan hingga laga usai.

Arbeloa Enggan Cari Kambing Hitam

Dalam pertandingan tersebut, absennya Mbappe dan Bellingham memang menjadi sorotan utama bagi banyak pihak. Kylian Mbappe terpaksa menepi karena mengalami cedera lutut, sementara Jude Bellingham harus beristirahat akibat masalah hamstring yang cukup serius.

Ketiadaan dua pilar penting ini dianggap sangat memengaruhi daya gedor Madrid di lini depan. Pasalnya, Mbappe telah mengoleksi 38 gol dari 33 laga musim ini, sedangkan Bellingham merupakan motor serangan yang telah menyumbang enam gol krusial bagi tim.

Meski demikian, Alvaro Arbeloa dengan tegas menolak untuk menjadikan badai cedera sebagai alasan di balik hasil buruk Los Blancos. Ia menilai bahwa skuad yang diturunkannya tetap memiliki kualitas mumpuni untuk mengamankan kemenangan di kandang sendiri.

“Saat kalah, wajar jika orang-orang mulai membicarakan pemain penting yang tidak ada di lapangan. Namun, kami adalah Real Madrid, dan saya tidak bisa menggunakan absennya Bellingham atau Mbappe sebagai pembenaran atas kekalahan ini,” ujar Arbeloa melalui laman resmi klub.

Ia menambahkan bahwa setiap pemain dalam skuad Madrid memiliki standar tinggi dan tanggung jawab yang sama untuk memenangkan pertandingan. Arbeloa menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah mencari-cari alasan demi menutupi kegagalan timnya meraih poin penuh.

Dampak di Papan Klasemen La Liga

Hasil negatif ini membuat posisi Madrid dalam perburuan gelar juara La Liga semakin sulit. Jarak poin dengan Barcelona yang berada di puncak klasemen kini semakin melebar menjadi empat angka yang cukup signifikan.

Madrid saat ini tertahan di posisi kedua dengan koleksi 60 poin dari 26 pertandingan yang telah dijalani. Sementara itu, rival abadi mereka, Barcelona, semakin nyaman di posisi teratas setelah berhasil mengemas total 64 poin.

Kondisi ini menuntut Arbeloa untuk segera melakukan evaluasi mendalam sebelum persaingan liga memasuki fase krusial. Konsistensi menjadi kunci utama jika mereka masih ingin menjaga peluang untuk mengangkat trofi di akhir musim nanti.

Drama Kartu Merah dan Insiden Mastantuono

Pertandingan ini juga tidak lepas dari drama di lapangan hijau yang melibatkan keputusan wasit yang kontroversial. Kedua tim harus mengakhiri laga dengan 10 pemain setelah wasit mengeluarkan kartu merah bagi masing-masing kubu.

Salah satu momen yang paling menyita perhatian adalah kartu merah langsung yang diterima oleh pemain muda Madrid, Franco Mastantuono. Masuk sebagai pemain pengganti, ia harus meninggalkan lapangan pada menit ke-90+5 setelah terlibat insiden fisik dengan pemain lawan.

Selain Mastantuono, Adrian Liso dari pihak Getafe juga mendapatkan hukuman serupa yang membuat tensi pertandingan semakin memanas. Kehilangan pemain di menit-menit akhir semakin menutup peluang Madrid untuk sekadar menyamakan kedudukan.