Kenapa Pemain Timnas Indonesia Sulit Gabung Como 1907?
Uptodai.com - Keinginan pencinta sepak bola tanah air melihat pemain Timnas Indonesia berseragam Como 1907 tampaknya harus membentur tembok tebal regulasi Liga Italia. Meskipun klub promosi Serie A ini dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia melalui Djarum Group, transfer pemain lokal tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan ketat dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang membatasi pergerakan mereka di bursa transfer.
Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, menjelaskan bahwa regulasi kuota pemain non-Uni Eropa menjadi penyebab utama sulitnya merekrut penggawa skuad Garuda. Setiap klub di Liga Italia hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal dua pemain di luar Uni Eropa setiap musimnya. Aturan ini berlaku sangat ketat dan mengikat seluruh jenjang usia di dalam struktur klub.
Mengapa Pemain Timnas Indonesia Sulit Menembus Serie A?
Pembatasan kuota tersebut membuat manajemen klub harus sangat selektif dalam memilih pemain asing. Jika Como 1907 memutuskan mengambil pemain non-Uni Eropa yang masih berusia muda, jatah untuk tim senior otomatis akan berkurang. Akibatnya, klub lebih memilih menggunakan slot berharga tersebut untuk mendatangkan pemain bintang berpengalaman dari Amerika Latin atau Afrika.
Sebagai perbandingan, bek tangguh pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes, berhasil merumput di Serie A bersama Venezia karena memiliki paspor Belanda. Status kewarganegaraan ganda atau paspor Uni Eropa memang menjadi kunci utama bagi pesepak bola Asia untuk berkarier di Italia tanpa membebani kuota asing. Hal inilah yang belum dimiliki oleh sebagian besar pemain lokal yang murni berpaspor Indonesia.
Sementara itu, Como 1907 sebenarnya memiliki Emil Audero di dalam skuad mereka untuk musim balap terbaru. Kiper keturunan Indonesia tersebut didatangkan dari Sampdoria pada musim panas 2024, namun sempat dipinjamkan ke beberapa klub seperti Palermo dan Cremonese. Emil sendiri tidak terkendala regulasi non-Uni Eropa karena memegang paspor Italia sejak lahir.
Pemberdayaan Sektor Non-Pemain oleh Como 1907
Meski sulit membawa pemain Timnas Indonesia ke atas lapangan hijau, Como 1907 tetap memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sepak bola nasional. Manajemen klub memilih untuk melibatkan talenta-talenta tanah air di sektor kepelatihan dan manajemen operasional. Langkah ini dinilai lebih realistis dan memberikan dampak jangka panjang yang positif.
Saat ini, tercatat ada sekitar 11 orang Indonesia yang bekerja aktif di dalam tubuh klub Como 1907. Mulai dari mantan striker legendaris Kurniawan Dwi Yulianto yang sempat menjabat asisten pelatih, hingga analis taktik asal Bandung. Selain itu, tim kreatif dan media sosial klub juga banyak digerakkan oleh anak-anak muda kreatif dari Indonesia.