Uptodai.com - Ada sebuah kisah unik kiper Cape Verde Vozinha yang menarik perhatian publik sepak bola dunia baru-baru ini. Penjaga gawang veteran bernama asli Josimar Dias tersebut ternyata memiliki nama yang berkaitan erat dengan dua legenda besar asal Argentina dan Brasil. Perdebatan mengenai asal-usul namanya akhirnya terungkap setelah pertandingan bersejarah melawan Spanyol.

Inspirasi dari Pahlawan Piala Dunia 1986

Ayah Vozinha, Ze Pedro, sangat mengagumi performa Jorge Valdano saat membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 bersama Diego Maradona. Sang ayah berniat menamai putranya Valdano sebagai bentuk penghormatan atas kehebatan striker legendaris tersebut. Namun, rencana indah itu terbentur oleh aturan ketat petugas registrasi sipil di Tanjung Verde saat itu.

Petugas pendaftaran menolak nama Valdano karena dianggap sebagai nama asing yang tidak diizinkan oleh regulasi setempat. Akhirnya, Ze Pedro beralih ke pilihan kedua yang berbau Portugis, yaitu Josimar, bek kanan legendaris Brasil yang juga bersinar di turnamen tersebut. Nama Josimar inilah yang akhirnya resmi tertera di akta kelahirannya, meski ia lebih dikenal dengan nama panggilan Vozinha.

Respon Haru dari Jorge Valdano

Mendengar kisah luar biasa ini, Jorge Valdano mengaku sangat terkejut sekaligus merasa sangat terhormat. Mantan striker Real Madrid tersebut tidak menyangka bahwa namanya masih hidup dan menginspirasi seorang pesepak bola di benua Afrika puluhan tahun kemudian. Valdano bahkan mengirimkan salam hangat dan dukungan emosional kepada Vozinha beserta keluarganya.

Kisah emosional ini mencuat setelah Tanjung Verde berhasil menahan imbang Spanyol dengan skor kacamata dalam laga persahabatan internasional. Pencapaian ini membuktikan bahwa negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika ini tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Vozinha sendiri tampil sangat gemilang di bawah mistar gawang dengan melakukan berbagai penyelamatan krusial sepanjang laga.

Keberhasilan menahan imbang tim raksasa Eropa membuat Vozinha tidak kuasa menahan air mata bahagianya setelah peluit panjang berbunyi. Bagi masyarakat Tanjung Verde, sepak bola adalah alat pemersatu bangsa yang sangat kuat dan penuh dengan kecintaan mendalam. Kisah nama Vozinha ini menjadi simbol bagaimana gairah sepak bola global dapat melintasi batas samudera dan generasi.