Pengakuan Mengejutkan Robert Lewandowski Diminta Barcelona
Uptodai.com - Pengakuan mengejutkan datang dari striker veteran Barcelona, Robert Lewandowski. Bintang asal Polandia ini mengonfirmasi bahwa Robert Lewandowski diminta Barcelona untuk menahan laju golnya, terutama pada musim perdananya di Camp Nou.
Permintaan aneh ini sama sekali tidak didasari oleh strategi permainan atau rotasi tim. Sebaliknya, hal ini murni berkaitan dengan upaya klub Catalan melakukan efisiensi fiskal di tengah krisis keuangan yang melanda manajemen klub.
Lewandowski, yang didatangkan sebagai mesin gol, mengakui bahwa situasi ini menciptakan dilema etis yang sangat besar. Ia sempat mengalami “perang batin” yang hebat karena harus memilih antara menjalankan tugasnya sebagai penyerang murni atau mematuhi permintaan manajemen demi menyelamatkan neraca keuangan klub.
Klausul Aneh Demi Efisiensi Keuangan Barcelona
Klausul yang menjadi pangkal masalah ini berkaitan erat dengan proses transfernya dari Bayern Munich pada musim panas 2022. Saat itu, Barcelona merekrutnya dengan biaya pokok sebesar €45 juta (sekitar Rp889 miliar).
Namun, kesepakatan tersebut menyertakan klausul tambahan atau add-on clause yang sangat sensitif terhadap performa sang pemain. Klausul itu menetapkan bahwa jika Lewandowski berhasil mencapai jumlah gol tertentu dalam satu musim, Barcelona wajib membayar bonus sebesar €2,5 juta (setara Rp49 miliar) kepada Bayern Munich.
Padahal, kedatangan Lewandowski diharapkan mampu mendongkrak performa tim secara instan. Sejak tiba di Spanyol, penyerang berusia 37 tahun ini memang menjelma sebagai tumpuan utama, dengan catatan impresif 109 gol dan 22 assist dari total 165 pertandingan di semua kompetisi.
Melihat performa eksplosifnya, manajemen Barcelona khawatir sang pemain akan terlalu cepat mencapai batas gol yang memicu pembayaran bonus tersebut. Oleh karena itu, demi menekan pengeluaran kas klub, permintaan untuk menahan diri pun diajukan secara internal.
Perang Batin Robert Lewandowski Diminta Barcelona
Lewandowski tidak menampik adanya desakan dari internal klub. Ia menyadari sepenuhnya situasi finansial yang dihadapi Barcelona saat itu, yang memaksa klub melakukan berbagai upaya penghematan ekstrem.
“Ada banyak hal yang tidak ingin saya katakan secara detail. Saya menghormati Barcelona dan semua yang bekerja di klub ini. Namun, saya menyadari betul situasi yang dihadapi klub,” ujar Lewandowski, seperti dikutip dari laporan Football Espana.
Mantan bintang Borussia Dortmund ini menambahkan bahwa di masa-masa awal kedatangannya, Barcelona memang sedang berjuang keras menghemat keuangan. Permintaan terkait bonus gol ini adalah salah satu langkah yang harus diambil demi kebaikan klub.
“Ini bukan perkara mudah buat saya. Sebagai penyerang, naluri saya adalah mencetak gol sebanyak mungkin. Namun, permintaan itu terus tertanam di kepala dan saya sering bertanya-tanya apakah saya harus mencetak gol atau tidak,” tandasnya.
Situasi ini jelas bertolak belakang dengan etos seorang striker kelas dunia yang selalu berambisi memecahkan rekor. Permintaan untuk mengorbankan performa individu demi stabilitas keuangan klub menunjukkan betapa parahnya krisis finansial yang dialami Barcelona pasca-pandemi, yang bahkan memengaruhi mentalitas pemain inti mereka.