Uptodai.com - Ambisi besar untuk menjadikan Liga Futsal Indonesia setara Spanyol kini menjadi fokus utama Hector Souto. Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa tanggung jawabnya melampaui sekadar meramu taktik bagi skuad Garuda di atas lapangan. Sebagai Direktur Teknik Federasi Futsal Indonesia (FFI), Souto memandang penguatan kompetisi domestik sebagai fondasi utama.

Ia percaya bahwa tanpa liga yang kuat, prestasi tim nasional tidak akan bisa bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, Souto mulai merancang peta jalan transformasi kompetisi futsal di tanah air. Langkah ini bertujuan agar ekosistem futsal Indonesia memiliki standar profesionalisme yang sama dengan kompetisi di Eropa, khususnya Spanyol.

Kolaborasi Strategis dengan Presiden AE Palma Futsal

Dunia futsal tanah air baru saja menyambut terobosan signifikan dari PT Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) selaku operator liga. Mereka resmi menggandeng Jose Tirado, sosok berpengaruh yang menjabat sebagai Presiden klub raksasa Spanyol, AE Palma Futsal. Tirado hadir sebagai penasihat strategis untuk membantu meningkatkan kualitas tata kelola kompetisi di Indonesia.

Kehadiran Tirado membawa angin segar mengingat reputasi AE Palma yang merupakan juara bertahan Liga Champions Futsal Eropa. Hector Souto menyambut baik langkah ini karena sejalan dengan visi besarnya untuk memajukan industri futsal. Ia menilai kolaborasi internasional ini akan mempercepat proses adaptasi standar global di liga domestik.

Souto menegaskan bahwa mimpinya membangun Liga Futsal Indonesia setara Spanyol bukan sekadar angan-angan kosong. Baginya, ini adalah tanggung jawab moral sebagai pelatih kepala sekaligus direktur teknik. Ia ingin memastikan setiap elemen dalam liga, mulai dari manajemen hingga fasilitas, mengalami peningkatan kualitas secara merata.

Fokus pada Pengembangan Pemain Muda dan Pelatih

Dalam pandangan Souto, aktor utama dalam olahraga ini adalah para pemain, baik yang sudah profesional maupun yang masih di level junior. Ia menepis anggapan bahwa dirinya hanya peduli pada performa tim nasional senior semata. Souto berkomitmen untuk menciptakan peluang yang lebih luas bagi talenta muda Indonesia agar bisa berkembang di kompetisi yang kompetitif.

Selain pemain, sektor kepelatihan juga menjadi perhatian serius bagi pria berusia 44 tahun tersebut. Souto berpendapat bahwa liga yang profesional akan memaksa para pelatih untuk terus meningkatkan kapasitas diri mereka. Kondisi lingkungan yang kompetitif secara otomatis akan melahirkan instruktur-instruktur berkualitas tinggi di masa depan.

Peningkatan standar pelatih ini nantinya akan berdampak langsung pada kualitas permainan di lapangan. Dengan kurikulum kepelatihan yang lebih modern, para pemain akan mendapatkan materi latihan yang lebih efektif dan efisien. Hal inilah yang menjadi kunci mengapa Spanyol mampu mendominasi peta futsal dunia selama bertahun-tahun.

Keberhasilan Timnas Junior sebagai Bukti Nyata

Hasil dari perbaikan ekosistem ini sebenarnya sudah mulai terlihat pada pencapaian tim nasional kelompok umur. Indonesia sukses meraih gelar juara AFF U-16 dan menjadi runner-up pada kejuaraan U-19 beberapa waktu lalu. Prestasi ini merupakan buah dari kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk program PFL Next yang terus digalakkan.

Souto melihat potensi besar pada generasi muda Indonesia yang memiliki kecepatan dan teknik individu yang mumpuni. Namun, ia menekankan bahwa bakat alam saja tidak cukup tanpa dukungan kompetisi yang teratur dan berkualitas. Melalui visi Liga Futsal Indonesia setara Spanyol, ia berharap talenta-talenta ini bisa terus terasah hingga level senior.

Target terdekat Souto adalah memastikan kesiapan Indonesia menyambut Piala Asia Futsal 2026 mendatang. Ia optimis bahwa dengan liga yang semakin sehat, pasokan pemain berkualitas untuk tim nasional tidak akan pernah terputus. Transformasi ini diharapkan membawa Indonesia menjadi kekuatan baru yang disegani di kancah futsal internasional.