Uptodai.com - Pertandingan krusial Liga Inggris 2025/2026 akan tersaji ketika Man City vs Chelsea tanpa pelatih kepala bertemu di Etihad Stadium, Senin (5/1/2026) dini hari WIB. Laga ini diprediksi menjadi salah satu ujian terberat bagi tim tamu, mengingat kondisi internal yang sedang bergejolak.

Manchester City, yang bertindak sebagai tuan rumah, datang dengan status favorit yang sangat jelas. Mereka bertekad meraih tiga poin penuh demi menjaga persaingan ketat di papan atas klasemen, terutama setelah hanya meraih hasil imbang pada pertandingan sebelumnya.

Sebaliknya, perjalanan Chelsea ke Manchester terasa sangat terjal. Klub asal London ini baru saja membuat keputusan mengejutkan dengan memecat pelatih kepala mereka, Enzo Maresca, beberapa hari sebelum duel akbar ini digelar.

Krisis Kepemimpinan di Stamford Bridge

Tahun Baru 2026 membawa drama baru bagi Chelsea. Enzo Maresca resmi dipecat dari jabatan pelatih kepala pada Kamis (1/1/2026) setelah 18 bulan bertugas. Pemutusan kerja sama ini terjadi karena manajemen menilai hubungan dan komunikasi sudah tidak lagi sejalan.

Alasan utama pemecatan Maresca adalah rentetan hasil buruk yang diterima The Blues sepanjang Desember. Mereka tercatat hanya mampu meraih dua kemenangan liga dalam tujuh pertandingan, serta dua kemenangan dari sembilan laga terakhir di semua kompetisi.

Meskipun Maresca sempat mempersembahkan dua gelar bergengsi, yakni UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup, raihan tersebut tidak cukup menyelamatkan posisinya di Stamford Bridge. Manajemen menuntut konsistensi performa di liga domestik yang tidak mampu ia penuhi.

Kini, tongkat komando sementara dipegang oleh pelatih interim, Calum McFarlane. McFarlane diharapkan dapat memberikan efek kejut dan stabilitas, meskipun ia harus langsung menghadapi salah satu tim terkuat di Eropa.

Tantangan Berat di Etihad bagi The Blues

Situasi pelik yang dialami Chelsea membuat laga Man City vs Chelsea tanpa pelatih permanen ini terasa seperti misi mustahil. Manchester City dikenal sangat dominan di kandang, dan mereka pasti akan memanfaatkan kerentanan psikologis lawan.

Chelsea saat ini menempati posisi kelima di klasemen Liga Primer, hanya terpaut tiga poin dari Liverpool yang berada di zona Liga Champions. Namun demikian, performa tandang mereka sangat mengkhawatirkan.

The Blues tercatat belum pernah meraih kemenangan dalam tiga pertandingan tandang terakhir mereka di liga. Lebih parah lagi, Chelsea memiliki rekor buruk di Etihad Stadium; mereka belum pernah meraih kemenangan di sana dalam tujuh pertemuan terakhir di semua kompetisi.

Calum McFarlane dan Misi Menciptakan Keajaiban

McFarlane, yang kini menjadi juru taktik darurat, harus segera menemukan formula yang tepat untuk meredam kekuatan serangan The Citizens. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat lini pertahanan yang kerap rapuh di bawah Maresca.

Keputusan taktis McFarlane di lini tengah dan depan akan menjadi kunci. Ia mungkin akan mengandalkan kecepatan pemain sayap untuk serangan balik cepat, mencoba memanfaatkan ruang yang ditinggalkan oleh bek sayap City yang agresif.

Namun, menghadapi tim sekelas Manchester City yang memiliki kedalaman skuad fantastis dan motivasi tinggi untuk tetap berada di jalur juara, tugas McFarlane adalah monumental. Para penggemar Chelsea hanya bisa berharap bahwa semangat baru di bawah pelatih interim mampu membangkitkan performa para pemain yang sedang merosot drastis.

Pertandingan ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang harga diri dan upaya Chelsea untuk membuktikan bahwa mereka masih memiliki mentalitas tim besar, meskipun sedang berada dalam kondisi tanpa nakhoda yang jelas.