Uptodai.com - Setiap kali terjadi pergantian nakhoda di kursi kepelatihan tim nasional, perhatian publik seketika tertuju pada komposisi skuad. Pertanyaan besar yang selalu muncul adalah bagaimana nasib pemain Timnas Indonesia yang sebelumnya menjadi andalan di bawah rezim pelatih terdahulu.

Transisi kepemimpinan seringkali membawa perubahan drastis, baik itu perombakan total atau sekadar penyesuaian kecil. Fenomena ini pernah terjadi saat beberapa pilar utama era Shin Tae-yong sempat terpinggirkan ketika Patrick Kluivert mengambil alih kendali dalam waktu singkat. Kini, dengan kedatangan John Herdman, prediksi mengenai siapa yang akan bertahan dan siapa yang akan tersingkir menjadi topik hangat.

Prediksi Mayoritas Skuad Lama Bertahan

Pengamat sepak bola nasional, Bung Harpa, memberikan pandangannya terkait masa depan skuad Garuda di bawah arahan pelatih asal Inggris tersebut. Menurutnya, meskipun terjadi pergantian pelatih, mayoritas wajah lama diprediksi akan tetap mengisi daftar pemain yang dipanggil.

Bung Harpa meyakini bahwa John Herdman akan tetap mengandalkan fondasi pemain yang sudah ada, terutama mengingat beban ganda yang akan diemban. Herdman tidak hanya akan menangani timnas senior, tetapi juga akan didapuk untuk memimpin Timnas U-23.

“Pada dasarnya sama tadi, sebagian besar pasti tetap akan wajah-wajah lama,” ujar Bung Harpa, seperti dikutip dari kanal YouTube Sportify Indonesia. “Apalagi nanti dia juga akan didapuk untuk menangani timnas U23, yang berarti ia membutuhkan kesinambungan dari pemain muda yang sudah teruji.”

Ego Pelatih Baru dan Potensi Perombakan

Meskipun demikian, Bung Harpa juga menyoroti sisi psikologis yang melekat pada setiap pelatih baru yang datang. Herdman, sebagai juru taktik dengan rekam jejak yang mumpuni, kemungkinan besar memiliki ego profesional untuk memasukkan elemen baru yang sesuai dengan filosofi permainannya.

Ego ini wajar adanya, sebab setiap pelatih tentu ingin meninggalkan jejak dan identitasnya sendiri pada tim yang ia tangani. Hal ini berarti ada kemungkinan beberapa pemain warisan Shin Tae-yong atau Kluivert akan digantikan oleh nama-nama yang lebih sesuai dengan skema John Herdman.

“Kalau kita tempatkan di posisi dia, tetap namanya orang ada ego,” kata Bung Harpa. “Masa di era saya enggak ada yang saya ambil baru sih, pasti. Dan itu biasanya enggak ada masalah, jadi orang baru sudut pandang yang berbeda.”

Perbedaan sudut pandang ini justru bisa menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia. Pelatih baru membawa perspektif taktis yang segar, memungkinkan pemain yang sebelumnya kurang bersinar untuk mendapatkan peran baru yang lebih maksimal.

Tantangan Utama: Menghindari Pemain Titipan

Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam era kepelatihan John Herdman adalah integritas dalam pemilihan pemain. Bung Harpa secara tegas mewanti-wanti agar tidak ada praktik ‘pemain titipan’ yang dapat merusak kualitas dan suasana tim.

Fokus utama Herdman haruslah bagaimana memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh para pemain yang dipanggil. Keberhasilan Timnas Indonesia ke depan sangat bergantung pada objektivitas dalam seleksi dan kemampuan pelatih untuk meramu strategi kemenangan.

John Herdman sendiri dijadwalkan akan memulai debut resminya sebagai pelatih Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series yang akan berlangsung pada Maret 2026. Setelah itu, tantangan besar berikutnya menanti, yakni memimpin skuad Garuda dalam Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung antara Juli hingga Agustus.

Periode transisi ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi John Herdman untuk membuktikan bahwa ia mampu menjaga keseimbangan antara menghormati warisan pendahulunya dan membangun identitas tim yang kuat di bawah kepemimpinannya.