Uptodai.com - Tahun 2025 menjadi penanda emas bagi sejarah sepak bola nasional, terutama bagi Bobotoh, setelah Persib Bandung juara Liga 1 2025. Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan dominasi Maung Bandung di kancah domestik dengan gelar back to back, tetapi juga diwarnai langkah signifikan di kompetisi Asia.

Tim kebanggaan Jawa Barat ini sukses menembus babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two), menunjukkan bahwa kualitas skuad mereka berada di level yang kompetitif di regional Asia. Konsistensi performa sepanjang musim menjadi kunci utama di balik kesuksesan ganda tersebut.

Gelar Liga 1 2025 Dikunci Lewat Drama di Kediri

Kepastian gelar Liga 1 musim 2024/2025 diraih bukan melalui pertandingan yang dimainkan Persib, melainkan dari hasil imbang dramatis yang terjadi di markas lawan. Laga antara Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya berakhir dengan skor sengit 3-3.

Hasil tersebut memastikan bahwa perolehan poin maksimal Bajul Ijo tidak lagi mampu mengejar Persib yang kokoh di puncak klasemen. Euforia pun meledak bersamaan dengan peluit panjang wasit dibunyikan di Stadion Brawijaya, menandai berakhirnya musim penuh perjuangan dengan senyum kemenangan.

Momen penguncian gelar ini terasa semakin istimewa karena terjadi pada tanggal yang unik, yakni 5 Mei 2025. Kebetulan numerik 5/5/2025 seolah menjadi simbol penguat cerita manis kesuksesan yang diukir oleh Pangeran Biru. Gelar ini membuktikan konsistensi strategi dan soliditas skuad di bawah arahan pelatih kepala.

Mengukir Sejarah di Kompetisi Asia

Selain sukses di liga domestik, perjalanan Persib di kancah Asia juga patut diacungi jempol. Keberhasilan menembus babak 16 besar ACL Two merupakan pencapaian bersejarah bagi klub dan menambah poin koefisien Indonesia di tingkat Asia. Mereka menunjukkan performa yang menjanjikan, menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara.

Perjalanan ini menegaskan ambisi Persib untuk tidak hanya menjadi raja di negeri sendiri, tetapi juga menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah kontinental. Fokus tim yang terbagi antara domestik dan Asia berhasil diatasi dengan manajemen skuad yang cermat.

Momen Haru: Perpisahan David da Silva Tinggalkan Persib

Di tengah gegap gempita perayaan gelar, Bobotoh harus menghadapi kenyataan pahit terkait perpisahan beberapa pilar penting tim. Kabar yang paling menyita perhatian adalah kepastian hengkangnya penyerang andalan dan mesin gol utama, David da Silva.

Striker asal Brasil tersebut resmi meninggalkan klub yang telah dibelanya selama 3,5 tahun. Da Silva, yang dikenal dengan selebrasi khasnya, dipastikan melanjutkan kariernya bersama klub promosi ambisius, Malut United, pada akhir musim 2024/2025.

Meskipun harus berpisah, Da Silva menyampaikan pesan perpisahan yang sangat emosional melalui media sosial pribadinya. Ia menekankan rasa terima kasih dan ketulusan cintanya kepada Persib dan seluruh Bobotoh yang selalu mendukungnya.

Dalam unggahan tersebut, DDS mengakui bahwa sulit baginya untuk menuliskan kata perpisahan, namun ia merasa waktunya telah tiba untuk melangkah ke jalan baru. Ia menegaskan bahwa kepergiannya bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan untuk berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan penuh yang ia terima.

“Banyak momen intens yang saya alami, sebagai pemain dan penggemar, merasakan setiap emosi selama 3,5 tahun bersama tim ini,” tulis mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut. Ia menambahkan bahwa kenangan di Bandung akan selalu ia simpan dan bagikan dengan bangga.

David da Silva menutup pesannya dengan janji yang mengharukan. Ia menyatakan bahwa ia tidak mengucapkan selamat tinggal, melainkan sampai jumpa. DDS berharap suatu hari nanti, di dalam atau di luar lapangan, ia dapat kembali membahagiakan para suporter setia Pangeran Biru. Dedikasi dan ketulusan 100 persen yang ia berikan kepada klub akan selalu menjadi warisan berharga bagi Persib.