Uptodai.com - Persib Bandung rotasi jadwal padat menjadi isu krusial yang harus segera diatasi oleh manajemen dan tim pelatih. Maung Bandung kini berada di persimpangan jalan, memuncaki klasemen Super League namun dihadapkan pada tantangan berat di kompetisi Asia. Keseimbangan antara ambisi domestik dan regional harus dijaga demi mempertahankan performa tim secara keseluruhan.

Klub kebanggaan Jawa Barat ini baru saja mengukir tren positif di kancah domestik, sejajar dengan Borneo FC di puncak klasemen sementara dengan raihan 34 poin. Namun, euforia tersebut harus segera diimbangi dengan persiapan matang untuk menghadapi AFC Champions League Two (ACL 2) yang jadwalnya sangat mepet. Kualitas kedalaman skuad Persib akan diuji habis-habisan dalam beberapa pekan ke depan.

Duel Krusial di 16 Besar ACL 2

Berdasarkan hasil undian babak 16 besar ACL 2 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Persib dipastikan bertemu wakil Thailand, Ratchaburi FC. Proses drawing tersebut berlangsung pada Selasa, 30 Desember 2025, menetapkan Maung Bandung sebagai juara Grup G di fase sebelumnya.

Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, turut hadir dalam pengundian tersebut bersama perwakilan 31 klub peserta lainnya. Sebagai juara grup, Persib mendapatkan keuntungan untuk menjalani laga kandang di leg kedua.

Persib akan melakoni laga tandang terlebih dahulu pada leg pertama, 11 Februari 2026, di Stadion Ratchaburi FC, Na Muang, Thailand. Kemudian, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan menjadi saksi leg kedua yang dijadwalkan seminggu berselang. Laga dua leg ini sangat penting untuk membuka jalan Persib menuju babak perempat final kompetisi kasta kedua Asia tersebut.

Tiga Laga Berat dalam 10 Hari: Ujian Kedalaman Skuad

Tantangan utama bagi pelatih kepala Bojan Hodak adalah bentrokan jadwal yang ekstrem antara Super League dan ACL 2. Tiga pertandingan krusial menanti Persib dalam rentang waktu kurang dari 10 hari, memaksa tim untuk melakukan rotasi pemain secara cermat dan terencana.

Sebelum bertolak ke Thailand, Persib harus terlebih dahulu menjamu Malut United pada 6 Februari 2026 di ajang Super League. Laga domestik ini wajib dimenangkan untuk mempertahankan posisi puncak, namun pelatih harus mempertimbangkan risiko kelelahan pemain inti yang akan bermain di Asia.

Setelah melakoni leg pertama tandang melawan Ratchaburi pada 11 Februari, Persib tidak memiliki waktu istirahat yang cukup. Mereka langsung dihadapkan pada perjalanan panjang untuk terbang ke markas Borneo FC pada 16 Februari. Laga melawan Borneo ini dikenal selalu menyajikan tensi tinggi dan membutuhkan energi ekstra.

Di saat bersamaan, tim juga harus mempersiapkan diri untuk menjamu Ratchaburi pada leg kedua ACL 2. Jeda waktu yang sangat singkat antara perjalanan lintas pulau, laga domestik krusial, dan duel Asia ini berpotensi besar menguras stamina para pemain utama.

Persib Bandung Rotasi Jadwal Padat: Kunci Konsistensi Menurut Pengamat

Situasi padat ini secara otomatis meningkatkan risiko kelelahan fisik dan cedera, sebuah faktor yang sering mengganggu konsistensi tim. Pengamat sepak bola nasional, Sapto Haryo, menyoroti bahwa manajemen skuad Persib jadwal ketat adalah kunci untuk mengatasi masalah ini.

Sapto Haryo menjelaskan bahwa Maung Bandung seringkali menunjukkan penurunan performa di kompetisi domestik setelah berjibaku di level Asia. Inkonsistensi ini terjadi karena pemain inti tidak mendapat waktu pemulihan yang memadai antara dua kompetisi berbeda, sehingga performa mereka cenderung naik turun.

“Kita lihat Persib kan juga kadang-kadang naik turun ketika mereka habis tampil di level Asia, tidak bisa memperlihatkan penampilan yang konsisten ketika diselingi oleh pertandingan-pertandingan di Asia,” ujar Sapto Haryo, menekankan perlunya strategi rotasi yang matang.

Oleh karena itu, Bojan Hodak dituntut memiliki strategi rotasi yang presisi, memastikan setiap pemain memiliki menit bermain yang cukup tanpa mengorbankan kualitas di lapangan. Kedalaman skuad Persib, termasuk para pemain pelapis, harus benar-benar diuji untuk memastikan mereka tetap kompetitif di Super League maupun ACL 2.

Strategi Persib hadapi Ratchaburi bukan hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga manajemen energi dan waktu pemulihan. Keputusan Bojan Hodak dalam merotasi pemain inti saat melawan Malut United dan Borneo FC akan sangat menentukan nasib Persib di dua kompetisi bergengsi tersebut.