Uptodai.com - Kasus medis langka mengenai ditemukannya cacing pita di otak seorang pria berusia 60 tahun sempat menggemparkan dunia kedokteran karena awalnya dikira sebagai kanker stadium lanjut. Pasien tersebut mendatangi rumah sakit setelah mengeluhkan sakit kepala hebat yang berlangsung selama dua minggu berturut-turut. Selain nyeri kepala, ia juga mengalami perubahan perilaku yang drastis serta gerakan tubuh yang mendadak menjadi sangat lambat. Dokter yang memeriksa awalnya mencurigai adanya tumor ganas setelah melihat hasil tes darah dan pemindaian awal.

Pemeriksaan awal mendeteksi adanya peningkatan kadar antibodi IgE yang sangat tinggi di dalam darah pasien. Kondisi ini biasanya menjadi indikator kuat adanya reaksi alergi parah atau infeksi parasit aktif di dalam tubuh. Kecurigaan tim medis semakin mengarah pada kanker otak setelah hasil CT scan menunjukkan banyak jaringan abnormal yang disertai pembengkakan hebat. Karena pasien tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri, dokter segera menjadwalkan serangkaian tes kanker menyeluruh.

Tim medis kemudian melakukan kolonoskopi, pemindaian seluruh tubuh, hingga pemindaian PET untuk mencari sumber utama sel kanker tersebut. Namun secara mengejutkan, tidak ada satu pun tanda pertumbuhan sel ganas yang ditemukan di organ tubuh lainnya. Dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan MRI kepala dengan resolusi yang jauh lebih tinggi dan detail. Hasil MRI tersebut justru memperlihatkan kantung-kantung berisi larva cacing pita lengkap dengan bagian kepalanya yang disebut skoleks.

Mengenal Bahaya Penyakit Neurosisistiserkosis

Kondisi medis yang dialami pria ini secara resmi didiagnosis sebagai neurosisistiserkosis, sebuah infeksi sistem saraf pusat akibat larva cacing. Penyakit ini terjadi ketika telur cacing pita jenis Taenia solium berhasil menembus aliran darah dan bersarang di jaringan otak manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan infeksi ini sebagai salah satu penyebab utama kejang-kejang di negara berkembang. Jika tidak segera ditangani dengan obat antiparasit atau pembedahan, kondisi ini dapat memicu kerusakan saraf permanen hingga kematian.

Bagaimana Parasit Ini Bisa Masuk ke Otak?

Penularan cacing pita babi ini umumnya terjadi melalui dua jalur utama yang sangat bergantung pada tingkat higienitas. Infeksi pada usus biasanya terjadi akibat mengonsumsi daging babi yang mengandung larva dalam kondisi kurang matang. Sementara itu, infeksi yang menyerang otak terjadi ketika seseorang tidak sengaja menelan telur cacing dari makanan atau air yang terkontaminasi feses manusia. Sanitasi yang buruk menjadi faktor risiko terbesar penyebaran telur parasit yang sangat mikroskopis ini.

Dalam kasus pria asal Spanyol ini, tim medis sempat kebingungan karena wilayah tempat tinggalnya bukan merupakan daerah endemik parasit tersebut. Namun, penyelidikan mendalam mengungkap bahwa pasien telah bekerja sebagai buruh bangunan selama sepuluh tahun terakhir. Ia sering berbagi fasilitas sanitasi dan tempat makan yang sama dengan rekan kerja dari daerah endemik. Kurangnya akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak di area proyek diduga kuat menjadi pemicu penularan tidak langsung ini.