Uptodai.com - Momen dramatis tersaji di Puskas Arena saat PSG juara Liga Champions setelah menundukkan Arsenal lewat drama adu penalti yang menegangkan. Pertandingan puncak kompetisi tertinggi antarklub Eropa ini harus berlanjut hingga babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Kemenangan ini mempertegas dominasi raksasa Prancis tersebut di panggung benua biru.

Sejak peluit pertama berbunyi, tensi tinggi langsung menyelimuti lapangan hijau di Hungaria. Arsenal sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan dan langsung menggebrak pertahanan lawan. Skuad asuhan Mikel Arteta bahkan berhasil mencuri keunggulan lebih dulu pada awal babak pertama.

Jalannya Laga Sengit Sebelum Arsenal Kalah Adu Penalti

Laga baru berjalan enam menit ketika Kai Havertz sukses menggetarkan jala gawang Paris Saint-Germain. Penyerang asal Jerman tersebut memanfaatkan kelengahan barisan belakang Les Parisiens untuk mengubah skor menjadi 1-0. Gol cepat ini membuat Arsenal tampil di atas angin dan terus menekan sepanjang paruh pertama.

Memasuki babak kedua, Luis Enrique melakukan perubahan taktik guna meningkatkan daya gedor pasukannya. Upaya tersebut membuahkan hasil manis pada menit ke-62 saat Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan oleh Christian Mosquera di kotak terlarang. Wasit tanpa ragu langsung menunjuk titik putih untuk keuntungan klub asal Paris tersebut.

Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor penalti dengan tenang memperdaya penjaga gawang Arsenal, David Raya. Gol penyama kedudukan pada menit ke-65 ini mengubah papan skor menjadi 1-1 dan melecut semangat juang para pemain PSG. Skor imbang tersebut bertahan hingga waktu normal dan babak perpanjangan waktu selesai sehingga Arsenal kalah adu penalti pada akhirnya.

Drama Adu Penalti yang Menentukan PSG Juara Liga Champions

Ketegangan memuncak saat wasit meniup peluit panjang tanda babak adu penalti dimulai. Keberuntungan tampaknya menjauh dari kubu London Utara setelah dua penendang mereka gagal menjalankan tugas dengan baik. Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes menjadi pemain yang gagal menyarangkan bola ke gawang.

Di kubu Paris Saint-Germain, hanya Nuno Mendes yang gagal mengeksekusi penalti dengan sempurna. Sementara itu, Achraf Hakimi yang maju sebagai penendang keempat sukses menipu David Raya dengan mengarahkan bola ke sisi kanan. Gabriel Martinelli sempat menjaga harapan Arsenal dengan menyamakan skor menjadi 3-3.

Beraldo yang menjadi penendang kelima PSG sukses mengirimkan bola ke pojok kanan gawang dengan sangat dingin. Beban berat kemudian berpindah ke pundak Gabriel Magalhaes sebagai penendang penentu Arsenal. Sayangnya, tendangan bek asal Brasil tersebut melambung tinggi di atas mistar gawang dan memastikan PSG juara Liga Champions.

Dominasi Berkelanjutan Paris Saint-Germain Kampiun Eropa

Kegagalan penalti terakhir dari Arsenal tersebut langsung memicu perayaan emosional para pemain dan pendukung Les Parisiens. Keberhasilan ini mengukuhkan status Paris Saint-Germain kampiun Eropa yang sangat disegani saat ini. Mereka sukses mencatatkan sejarah luar biasa dengan meraih gelar juara secara beruntun.

Pada musim sebelumnya, anak asuh Luis Enrique juga berhasil mengangkat trofi kuping lebar ini setelah melibas Inter Milan. Kemenangan telak 5-0 di Allianz Arena kala itu menjadi tonggak sejarah gelar Liga Champions pertama mereka. Kini, trofi kedua beruntun ini membuktikan bahwa dominasi mereka di Eropa bukanlah sebuah kebetulan semata.