Alasan Kemhan Lantik Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Madya DPN
Uptodai.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait pengangkatan Noe Letto Tenaga Ahli di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Sosok Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang lebih dikenal sebagai vokalis band Letto, ini menjadi sorotan setelah namanya masuk dalam jajaran pakar yang baru dilantik.
Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa penunjukan tersebut dilakukan murni berdasarkan kebutuhan organisasi dan profesionalisme. Pengangkatan ini diharapkan mampu memperkuat pemikiran strategis dalam perumusan kebijakan pertahanan negara.
Dasar Profesionalisme Menjadi Pertimbangan Utama
Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa Noe resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya DPN. Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya Kemhan untuk memperkaya perspektif dalam Dewan Pertahanan Nasional yang membutuhkan berbagai keahlian lintas disiplin.
Menurut Rico, peran Noe sangat diharapkan untuk memberikan dukungan pemikiran strategis yang krusial. Pemikiran tersebut nantinya akan digunakan untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional, sejalan dengan tugas dan fungsi kelembagaan DPN.
Pengangkatan Noe Letto Tenaga Ahli ini sendiri telah ditetapkan melalui Keputusan Ketua Harian DPN Nomor KEP/3/KH/X/2025. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta, pada Kamis (15/1/2026), bersamaan dengan 11 pakar lainnya.
Alasan Kemhan Pilih Noe Letto
Kemhan menegaskan bahwa pertimbangan utama dalam penunjukan 12 tenaga ahli, termasuk Noe, adalah kompetensi dan rekam jejak keahlian yang dimiliki. Rico Sirait secara eksplisit menyatakan bahwa faktor-faktor non-institusional, seperti latar belakang keluarga atau pandangan pribadi, tidak menjadi dasar pengambilan keputusan.
Keputusan ini murni didasarkan pada kebutuhan organisasi yang mencari individu dengan kapasitas intelektual mumpuni. Noe, selain dikenal sebagai musisi, memang memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang Matematika dan Filosofi, serta aktif dalam forum-forum diskusi Maiyah.
Para tenaga ahli yang dilantik tersebut mengisi berbagai posisi, mulai dari Tenaga Ahli Utama, Madya, hingga Muda. Mereka ditempatkan pada kedeputian yang membidangi Geoekonomi, Geopolitik, dan Geostrategi, yang merupakan pilar penting dalam perumusan strategi pertahanan nasional.
Kontribusi Lintas Disiplin dalam Dewan Pertahanan Nasional
Penunjukan Noe Letto sebagai Tenaga Ahli Madya DPN menjadi contoh bagaimana Kemhan mencari kontribusi dari berbagai sektor. Dewan Pertahanan Nasional memang bertugas memberikan pandangan dan rekomendasi strategis kepada Presiden terkait isu-isu pertahanan yang kompleks.
Meskipun dikenal sebagai vokalis Letto, Noe juga merupakan putra dari budayawan ternama, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Latar belakangnya yang kental dengan filsafat dan budaya diharapkan dapat membawa perspektif unik, terutama dalam menganalisis aspek geostrategi dan geopolitik yang kini semakin dipengaruhi oleh dinamika sosial dan budaya.
Dengan adanya pakar lintas disiplin seperti Noe, Kemhan berharap kebijakan pertahanan yang dirumuskan tidak hanya berfokus pada aspek militer semata. Kebijakan tersebut harus mencakup dimensi pemikiran yang lebih luas, termasuk pemahaman mendalam mengenai karakter masyarakat dan perkembangan ideologi kontemporer.