Elkius Kobak Pimpin KKB Penembak Pesawat Smart Air di Papua
Uptodai.com - Elkius Kobak pimpin KKB yang bertanggung jawab atas aksi penembakan brutal terhadap pesawat Smart Air di wilayah Papua Selatan baru-baru ini. Identitas pimpinan kelompok kriminal bersenjata tersebut terungkap setelah pihak keamanan melakukan investigasi mendalam terkait insiden maut yang merenggut nyawa kru pesawat. Aksi ini menambah daftar panjang kekerasan yang dilakukan oleh kelompok separatis di wilayah pegunungan dan pedalaman Papua.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, secara tegas mengonfirmasi bahwa kelompok yang melakukan serangan tersebut berada di bawah komando langsung Elkius Kobak. Kelompok ini dikenal memiliki reputasi yang sangat berbahaya karena kerap melakukan aksi teror secara mendadak. Pihak kepolisian kini telah memetakan kekuatan kelompok tersebut untuk langkah penegakan hukum selanjutnya.
Mengenal Batalyon Kanibal dan Semut Merah
Dalam keterangannya, Brigjen Faizal menyebutkan bahwa Elkius Kobak pimpin KKB yang terbagi ke dalam dua unit khusus. Unit tersebut masing-masing menamakan diri sebagai Batalyon Kanibal dan Batalyon Semut Merah. Nama-nama provokatif ini sengaja digunakan untuk menyebarkan rasa takut di kalangan masyarakat sipil maupun petugas keamanan di lapangan.
Aparat keamanan mensinyalir bahwa kedua batalyon ini memiliki mobilitas tinggi di kawasan hutan Boven Digoel. Mereka memanfaatkan medan yang sulit dijangkau untuk bersembunyi setelah melancarkan serangan pengecut terhadap fasilitas publik. Keberadaan kelompok ini menjadi ancaman serius bagi kelancaran transportasi udara yang menjadi urat nadi logistik di Papua.
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air
Tragedi ini bermula saat pesawat Smart Air lepas landas dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT dengan tujuan Bandara Koroway Batu. Pesawat tersebut membawa 13 orang penumpang yang tengah melakukan perjalanan rutin antarwilayah. Namun, suasana tenang berubah menjadi mencekam sesaat setelah pesawat menyentuh landasan pacu pada Rabu (11/2/2026).
Kelompok yang diduga kuat merupakan anak buah Elkius Kobak melepaskan tembakan secara membabi buta dari arah hutan di samping bandara. Peluru tajam menembus badan pesawat dan mengenai bagian kokpit dengan sangat fatal. Serangan mendadak ini membuat pilot dan kopilot tidak sempat melakukan tindakan penyelamatan diri karena posisi pesawat yang baru saja mendarat.
Akibat serangan tersebut, Kapten Egon Erawan yang bertindak sebagai pilot dan Kapten Baskoro selaku kopilot dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Keduanya mengalami luka tembak serius yang mengakibatkan hilangnya nyawa dalam waktu singkat. Gugurnya kedua penerbang ini menjadi duka mendalam bagi dunia penerbangan perintis di tanah Papua.
Penyelamatan Penumpang dan Pengejaran Pelaku
Meskipun bagian depan pesawat hancur diterjang peluru, seluruh penumpang yang berjumlah 13 orang dilaporkan selamat dari maut. Di antara para penumpang tersebut, terdapat seorang balita yang berhasil dievakuasi tanpa luka fisik sedikit pun. Para saksi mata menggambarkan situasi saat itu sangat kacau karena rentetan tembakan terus terdengar dari arah rimbunnya pepohonan.
Saat ini, Satgas Operasi Damai Cartenz telah dikerahkan ke lokasi untuk menyisir area hutan di sekitar Bandara Koroway Batu. Petugas terus melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok Elkius Kobak yang melarikan diri jauh ke dalam hutan belantara. Brigjen Faizal menegaskan bahwa negara tidak akan kalah oleh aksi terorisme yang mengancam keselamatan warga negara.
Pihak keamanan juga memperketat penjagaan di sejumlah bandara perintis lainnya untuk mencegah insiden serupa terulang kembali. Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada, sementara koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat terus ditingkatkan. Penegakan hukum terhadap Elkius Kobak pimpin KKB menjadi prioritas utama guna mengembalikan stabilitas keamanan di Papua Selatan.