Filipina Klaim Menang atas China di Scarborough Shoal
Uptodai.com - Perkembangan terbaru dalam sengketa Scarborough Shoal menunjukkan adanya dinamika baru setelah Filipina mengeklaim keberhasilan diplomatik atas China. Manila melaporkan bahwa Beijing akhirnya mencabut struktur terapung yang sebelumnya dipasang di kawasan perairan yang diperebutkan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai buah dari tekanan diplomatik yang konsisten dilayangkan oleh pemerintah Filipina bersama sekutu internasionalnya. Meskipun demikian, militer Filipina memperingatkan bahwa tindakan ini tidak serta-merta mengakhiri ketegangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Juru bicara Angkatan Laut Filipina, Laksamana Muda Roy Vincent Trinidad, mengonfirmasi bahwa struktur terapung milik China tersebut telah dipindahkan sejak pekan lalu. Pihak militer Filipina menganggap pembongkaran ini sebagai kemenangan taktis yang signifikan di meja diplomasi. Namun, Trinidad mengingatkan agar semua pihak tetap waspada terhadap strategi jangka panjang Beijing di wilayah tersebut. Ia menyebut bahwa China kerap menggunakan taktik “mundur satu langkah, maju dua langkah” untuk memperluas pengaruhnya secara perlahan.
Latar Belakang Geografis dan Klaim Historis
Secara geografis, Scarborough Shoal atau yang dikenal sebagai Bajo de Masinloc oleh Manila terletak sekitar 140 mil laut dari pantai barat Filipina. Wilayah ini berada sepenuhnya di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 200 mil laut milik Filipina berdasarkan hukum internasional. Sebaliknya, daratan utama China berjarak sekitar 540 mil laut dari terumbu karang yang kaya akan hasil laut tersebut. Kendati demikian, Beijing terus bersikeras mengeklaim hak historis atas hampir seluruh kawasan Laut China Selatan menggunakan peta sembilan garis putus-putus mereka.
Konteks Geopolitik dan Peran Amerika Serikat
Sebagai sekutu terdekat Amerika Serikat di Asia Tenggara, posisi Filipina menjadi sangat krusial dalam peta persaingan geopolitik global. Ketegangan di kawasan ini tidak hanya melibatkan perebutan wilayah tangkapan ikan, melainkan juga jalur pelayaran perdagangan internasional yang bernilai triliunan dolar. Washington sendiri telah berulang kali menegaskan komitmennya di bawah Perjanjian Pertahanan Bersama (MDT) tahun 1951 untuk membela Filipina jika terjadi serangan bersenjata. Dukungan militer AS ini memberikan posisi tawar yang lebih kuat bagi Manila dalam menghadapi tekanan armada penjaga pantai China.
Ancaman Pembangunan Militer Permanen
Kekhawatiran terbesar Filipina saat ini adalah potensi pembangunan instalasi militer permanen oleh China di Scarborough Shoal, meniru apa yang telah mereka lakukan di Kepulauan Spratly. Di beberapa terumbu karang lainnya, Beijing sukses membangun landasan pacu, pelabuhan laut dalam, dan menempatkan sistem radar canggih. Jika Scarborough Shoal berhasil dimiliterisasi, maka China akan memiliki kendali taktis yang sangat dekat dengan pangkalan militer Filipina dan jalur navigasi vital. Oleh karena itu, pengawasan ketat dan patroli maritim akan terus ditingkatkan oleh angkatan laut Filipina guna mencegah kembalinya struktur serupa di masa depan.