Uptodai.com - Ketidakpastian mengenai kelanjutan insentif kendaraan listrik di Indonesia kini mulai berdampak langsung pada minat beli masyarakat. Produsen otomotif asal Cina, Changan Automobile, mengungkapkan bahwa banyak calon konsumen memilih untuk menunda pembelian unit baru akibat belum adanya regulasi yang jelas. Langkah wait-and-see ini dinilai dapat menghambat laju pertumbuhan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di tanah air.

Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, menjelaskan bahwa situasi ini menjadi tantangan besar bagi para pelaku industri dalam merancang strategi pemasaran. Tanpa adanya payung hukum yang pasti, produsen kesulitan menetapkan harga jual yang kompetitif bagi kendaraan elektrifikasi mereka. Pihak Changan sendiri kini hanya bisa menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait perpanjangan stimulus fiskal tersebut.

Tantangan Fiskal dan Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Pemerintah sebelumnya menargetkan pengumuman kebijakan baru ini pada Juni 2026, namun hingga kini pembahasan masih tertahan karena evaluasi kesiapan anggaran negara. Di sisi lain, industri otomotif juga harus menghadapi tekanan eksternal berupa pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS. Kondisi makroekonomi ini kian menyulitkan importir dalam menjaga stabilitas harga kendaraan yang masih didatangkan secara utuh.

Padahal, akselerasi adopsi transportasi hijau sangat krusial bagi Indonesia untuk mencapai target ambisius net-zero emission pada tahun 2060 mendatang. Sejumlah asosiasi industri menilai bahwa tanpa stimulus yang konsisten, investasi asing di sektor manufaktur baterai juga berisiko melambat. Tanpa adanya insentif, harga mobil listrik murni dinilai masih terlalu tinggi bagi mayoritas konsumen kelas menengah di Indonesia yang mendominasi pasar otomotif saat ini.

Strategi Changan Melalui Deepal S05

Untuk menyiasati pasar yang dinamis ini, Changan memperkenalkan model Deepal S05 yang hadir dengan dua opsi teknologi ramah lingkungan, yaitu BEV dan REEV. Varian Range Extended Electric Vehicle (REEV) menawarkan solusi transisi yang sangat realistis dengan menggabungkan motor listrik murni dan mesin pembakaran internal sebagai generator cadangan. Teknologi inovatif ini dinilai sangat cocok untuk mengatasi kecemasan jarak tempuh konsumen di wilayah yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata.

Saat ini, pemesanan awal untuk Deepal S05 telah dibuka dengan estimasi harga berkisar di angka Rp500 jutaan. Namun, pihak manajemen menegaskan bahwa harga final tersebut masih sangat bergantung pada kebijakan perpajakan yang akan diputuskan pemerintah nantinya. Changan berharap regulasi baru segera terbit agar pasar otomotif nasional dapat kembali bergairah menjelang akhir tahun.