Uptodai.com - PT BYD Motor Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa jadwal pengiriman BYD M6 DM kepada konsumen tanah air akan dimulai pada Juni 2026 mendatang. Kehadiran MPV ramah lingkungan ini diyakini akan menjadi katalis utama yang mendongkrak pasar kendaraan semi-listrik di tanah air. Dengan banderol harga mulai dari Rp298 juta, model ini sukses merebut takhta sebagai mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) termurah di pasar domestik saat ini.

Meskipun unitnya baru saja diperkenalkan secara resmi, pemesanan untuk kendaraan keluarga ini diklaim telah menembus angka ratusan unit dalam waktu singkat. Guna mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, pihak pabrikan telah merancang strategi distribusi yang matang agar unit bisa segera sampai ke garasi konsumen. Langkah awal yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan unit pajangan dan uji coba di seluruh jaringan diler mereka.

Luther Panjaitan selaku Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan proses pengiriman tidak memakan waktu lama. Saat ini, fokus utama perusahaan adalah mendistribusikan minimal tiga unit armada ke sekitar 90 jaringan showroom yang tersebar di seluruh Indonesia. Langkah taktis ini diambil agar calon konsumen dapat melihat dan merasakan langsung performa teknologi dual mode (DM) andalan BYD.

Sebagai informasi tambahan, teknologi PHEV kini semakin diminati masyarakat Indonesia sebagai jembatan transisi dari mobil konvensional menuju kendaraan listrik murni (BEV). Pengguna PHEV mendapatkan fleksibilitas tinggi karena mobil tetap dibekali mesin bensin sekaligus motor listrik dengan baterai yang dapat diisi ulang secara mandiri. Di tengah tren kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, efisiensi konsumsi bahan bakar yang ditawarkan teknologi ini tentu menjadi daya tarik yang sangat rasional bagi konsumen urban.

Peta Persaingan dan Penjualan Mobil PHEV di Indonesia

Sebelum kehadiran BYD M6 DM, segmen kendaraan hibrida colok ini didominasi oleh merek-merek premium dengan harga yang relatif tinggi bagi sebagian besar konsumen. Berdasarkan data wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total distribusi mobil PHEV sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat mencapai 2.581 unit. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang positif, meski pasarnya masih terkonsentrasi pada segmen menengah ke atas.

Sejauh ini, Chery Tiggo 8 CSH memimpin pasar dengan mencatatkan angka distribusi yang cukup dominan sebesar 1.190 unit. Posisi kedua ditempati oleh saudaranya, Chery Tiggo 9 CSH, yang berhasil membukukan angka penjualan sebanyak 300 unit. Sementara itu, Wuling Eksion yang sebelumnya memegang predikat PHEV termurah seharga Rp449 juta, harus puas berada di peringkat ketiga dengan torehan 258 unit.

Peta persaingan juga diramaikan oleh beberapa pabrikan global lainnya yang terus agresif merilis lini produk ramah lingkungan mereka. Wuling Darion PHEV menempel ketat di posisi keempat dengan kontribusi penjualan sebesar 255 unit, disusul oleh Geely Starray EM-i dengan 210 unit. Selain itu, merek premium seperti Jaecoo dan Mazda juga turut berkontribusi lewat model andalan mereka masing-masing demi mengamankan ceruk pasar yang potensial ini.

Daftar Penjualan Mobil PHEV Periode Januari-Mei 2026:

  • Chery Tiggo 8 CSH: 1.190 unit
  • Chery Tiggo 9 CSH: 300 unit
  • Wuling Eksion PHEV: 258 unit
  • Wuling Darion PHEV: 255 unit
  • Geely Starray EM-i: 210 unit
  • Jaecoo J8 SHS Ardis: 169 unit
  • Jaecoo J7 SHS: 150 unit
  • Mazda CX-8 PHEV: 41 unit