Harga Pangan Menjelang Ramadan: Cabai Mahal dan Daging Melonjak
Uptodai.com - Harga pangan menjelang Ramadan 2026 terpantau mengalami fluktuasi yang cukup signifikan di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Senin (16/2/2026), sejumlah komoditas utama masih bertahan di level tinggi meski ada upaya intervensi pasar.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan ibu rumah tangga yang mulai mempersiapkan stok kebutuhan dapur untuk sahur dan buka puasa. Meskipun beberapa jenis sayuran mulai melandai, beban belanja masyarakat justru berpindah pada sektor protein hewani dan minyak goreng yang merangkak naik.
Harga Cabai Rawit Masih Terasa Pedas
Komoditas cabai-cabaian memang menunjukkan tren penurunan harian, namun angka tersebut belum mampu memberikan kelegaan bagi konsumen. Cabai rawit merah yang menjadi primadona di dapur tercatat turun tipis sebesar Rp585 atau sekitar 0,79 persen menjadi Rp73.089 per kilogram.
Penurunan ini dinilai belum signifikan jika kita bandingkan dengan harga pada pekan sebelumnya. Pada 8 Februari lalu, harga cabai rawit masih bertengger di level Rp68.483 per kilogram, yang berarti posisi saat ini masih jauh lebih mahal. Para pedagang memprediksi permintaan akan terus meningkat hingga hari pertama puasa tiba.
Di sisi lain, cabai merah keriting mengalami koreksi yang cukup tajam sebesar 4,90 persen ke angka Rp41.801 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah besar juga terjun bebas sebanyak 6,93 persen hingga menyentuh posisi Rp37.925 per kilogram. Penurunan ini setidaknya memberikan sedikit ruang napas bagi para pengusaha kuliner.
Lonjakan Signifikan pada Harga Daging Kerbau
Sorotan utama dalam harga pangan menjelang Ramadan kali ini tertuju pada sektor protein hewani, khususnya daging kerbau segar. Harga daging kerbau lokal melonjak drastis sebesar 2,19 persen atau naik sekitar Rp3.179 menjadi Rp148.333 per kilogram. Kenaikan ini tergolong sangat cepat dalam kurun waktu kurang dari sepuluh hari.
Jika menilik data pada 8 Februari, harga daging kerbau masih berada di kisaran Rp141.000 per kilogram. Lonjakan ini memaksa konsumen untuk berpikir ulang dalam mengatur menu sahur pertama mereka. Berbeda dengan kerbau, harga daging sapi murni cenderung lebih stabil di angka Rp138.134 per kilogram.
Kenaikan harga daging biasanya terjadi karena tingginya permintaan masyarakat untuk tradisi makan bersama sebelum puasa. Pemerintah melalui Bapanas terus memantau ketersediaan stok di rumah potong hewan guna mencegah kelangkaan. Masyarakat berharap distribusi daging beku bisa segera dipercepat untuk menekan harga pasar.
Update Harga Beras dan Minyak Goreng
Kabar baik muncul dari sektor pangan pokok di mana harga beras mayoritas bergerak turun meskipun tipis. Beras premium kini dibanderol Rp15.393 per kilogram, sementara beras medium berada di angka Rp13.229 per kilogram. Beras program SPHP dari Bulog juga tetap stabil pada posisi Rp12.391 per kilogram.
Namun, tekanan inflasi ringan mulai terlihat pada komoditas minyak goreng yang sangat dibutuhkan untuk mengolah hidangan berbuka. Minyak goreng kemasan naik tipis menjadi Rp21.002 per liter. Kenaikan yang cukup terasa justru terjadi pada minyak goreng curah yang melonjak 2,18 persen ke posisi Rp18.085 per liter.
Meskipun beberapa harga melonjak, komoditas pakan dan tepung terigu justru mengalami koreksi harga. Jagung di tingkat peternak turun 4,46 persen menjadi Rp6.578 per kilogram, yang diharapkan dapat menstabilkan harga telur ke depannya. Begitu pula dengan tepung terigu kemasan yang kini terkoreksi ke angka Rp12.595 per kilogram.