Uptodai.com - Kelompok peretas BreachForums ditangkap polisi setelah melakukan serangkaian aksi pencurian data berskala global yang merugikan banyak entitas besar. Penangkapan ini mengejutkan publik internasional karena para tersangka utama ternyata baru menginjak usia 20 tahun. Meskipun masih sangat muda, mereka diduga mengelola salah satu pasar gelap siber paling berbahaya di dunia internet.

Pihak berwenang berhasil mengidentifikasi para pelaku melalui operasi intelijen siber yang panjang dan sangat rumit. Penangkapan dilakukan oleh brigade kejahatan dunia maya (BL2C) kepolisian Prancis di berbagai lokasi strategis secara serentak. Operasi besar-besaran ini menyisir wilayah Hauts-de-Seine hingga Seine-Maritime yang berada di kawasan pantai utara Prancis.

Selain di daratan utama, polisi juga melakukan penggerebekan di Pulau Reunion yang terletak di antara Madagaskar dan Mauritius. Empat pemuda yang diamankan menggunakan identitas alias yang cukup populer di dunia bawah internet, yakni Hollow, Noct, Depressed, dan ShinyHunters. Nama-nama tersebut sering muncul dalam berbagai forum peretasan sebagai aktor intelektual di balik serangan data besar.

Rekam Jejak Kejahatan Kelompok ShinyHunters

Identitas alias ShinyHunters menjadi sorotan utama karena keterkaitannya dengan serangan siber pada perusahaan raksasa seperti Snowflake, Ticketmaster, dan AT&T. Kelompok ini tidak hanya mencuri data, tetapi juga memeras perusahaan dengan ancaman pembocoran informasi sensitif ke publik. Kasus pencurian data BreachForums ini mencatatkan kerugian finansial yang sangat masif bagi para korbannya.

Analis keamanan siber mengungkapkan bahwa ShinyHunters bukanlah individu tunggal, melainkan sebuah kelompok mafia penjahat yang terorganisir dengan rapi. Salah satu anggotanya yang cukup dikenal, Sebastien Raoult, merupakan warga negara Prancis yang sebelumnya pernah ditangkap di Amerika Serikat. Kelompok ini memiliki reputasi buruk dalam menjual alat peretasan yang digunakan untuk membobol sistem keamanan tingkat tinggi.

Para tersangka kini dituduh berperan langsung dalam serangan terhadap perusahaan pengecer Boulanger dan departemen pemerintah France Travail. Bahkan, federasi sepak bola Prancis juga tidak luput dari target serangan kelompok peretas muda ini. Mereka memanfaatkan celah keamanan pada sistem digital untuk menguras data pribadi jutaan pengguna dan menjualnya di pasar gelap.

Runtuhnya Kerajaan Gelap BreachForums

BreachForums sendiri telah lama dikenal sebagai tempat berkumpulnya para maling siber untuk bertukar informasi dan melakukan transaksi ilegal. Forum ini menjadi pusat iklan hasil data curian serta tempat perekrutan kelompok kriminal baru sejak tahun 2022. Pusat Pengaduan Kejahatan Internet (IC3) dari FBI mencatat bahwa situs ini sangat aktif hingga akhirnya resmi ditutup pada Mei 2024.

Sebelum penangkapan empat pemuda ini, penegak hukum internasional juga telah meringkus sosok bernama IntelBroker pada Februari 2025. Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya global untuk memberantas ekosistem kejahatan siber yang semakin meresahkan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa identitas anonim di internet tetap bisa dilacak oleh otoritas berwenang.

Sejarah kelam forum ini juga melibatkan Conor Brian Fitzpatrick, yang lebih dikenal dengan nama alias Pompompurin. Mantan administrator BreachForums tersebut ditangkap pada Maret 2023 dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dengan pembebasan bersyarat. Meski sempat mendapatkan akses internet kembali saat tahanan rumah, pengawasan terhadap aktivitas siber para mantan peretas ini tetap diperketat.

Dampak Serangan Siber pada Keamanan Digital Global

Aktivitas kelompok seperti ShinyHunters telah mengubah peta ancaman keamanan digital di seluruh dunia secara signifikan. Mereka tidak hanya mengincar keuntungan materi, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap sistem keamanan data pemerintah dan swasta. Penangkapan para pemuda ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan siber lainnya yang masih berkeliaran.

Pakar teknologi mengingatkan bahwa usia muda para pelaku menunjukkan betapa mudahnya akses terhadap alat peretasan canggih saat ini. Pendidikan mengenai etika digital dan penguatan infrastruktur siber menjadi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan oleh setiap negara. Tanpa perlindungan yang kuat, data pribadi warga negara akan selalu berada dalam ancaman kelompok kriminal siber.

Saat ini, kepolisian internasional terus melakukan pengembangan kasus untuk melacak kemungkinan adanya anggota lain yang masih bersembunyi. Kerja sama lintas negara menjadi kunci utama dalam memutus rantai kejahatan siber yang tidak mengenal batas wilayah. Penangkapan ini menjadi bukti bahwa hukum tetap bisa menjangkau siapa saja, termasuk mereka yang merasa aman di balik layar komputer.