Trump Usulkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB
Uptodai.com - Pernyataan mengejutkan datang dari Amerika Serikat setelah Donald Trump usulkan Presiden FIFA jadi Sekjen PBB untuk menggantikan António Guterres. Trump menilai Presiden FIFA Gianni Infantino memiliki kapasitas unik dalam mempersatukan berbagai bangsa di dunia melalui olahraga. Kedekatan keduanya kian erat seiring persiapan penyelenggaraan Piala Dunia yang dinilai menjadi panggung diplomasi efektif.
Infantino sendiri baru saja menyerahkan Hadiah Perdamaian FIFA perdana kepada Trump pada akhir 2025 lalu. Sumber internal menyebut bahwa mantan Presiden AS tersebut melihat sosok pimpinan FIFA berusia 56 tahun itu sangat dihormati oleh banyak pihak. Keahlian Infantino dalam mengelola organisasi global raksasa dianggap sebagai modal kuat untuk memimpin badan dunia seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Peluang Gianni Infantino di Tengah Pencalonan PBB
Proses suksesi Sekjen PBB membutuhkan dukungan dari 15 anggota Dewan Keamanan, termasuk persetujuan mutlak lima anggota tetap yang memiliki hak veto. Jika lolos di Dewan Keamanan, pencalonan tersebut kemudian harus dikonfirmasi melalui Sidang Majelis Umum PBB. Trump kabarnya melihat celah besar karena menganggap deretan kandidat resmi saat ini cenderung kurang dominan.
Di antara nama yang muncul terdapat mantan Presiden Chili Michelle Bachelet dan Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi dari Argentina. Namun, Bachelet berpotensi mendapat penolakan dari AS, sementara Grossi terganjal isu Kepulauan Falkland dengan Inggris. Situasi rumit ini membuat nama Infantino dinilai sebagai figur alternatif yang dapat diterima oleh berbagai poros kekuatan politik dunia.
Tradisi Rotasi Geografis dan Reaksi Diplomat
Secara tradisi tak tertulis, kursi tertinggi PBB biasanya digilir berdasarkan wilayah geografis yang saat ini dijagokan untuk kawasan Amerika Latin dan Karibia. Meski demikian, beberapa pengamat menilai aturan fleksibel ini tidak menutup kemungkinan bagi sosok berpaspor Swiss-Italia seperti Infantino untuk masuk. Kehadirannya bisa menjadi dobrakan baru dalam peta diplomasi internasional yang kerap kaku.
Dukungan terhadap ide ini juga datang dari Paolo Zampolli, utusan khusus Trump untuk kemitraan global. Zampolli menyebut gagasan tersebut sebagai pemikiran jenius yang memanfaatkan popularitas sepak bola untuk kepentingan perdamaian dunia. Baginya, kepemimpinan Infantino di FIFA terbukti mampu merangkul berbagai negara tanpa terjebak dalam perselisihan politik yang berkepanjangan.
Tantangan Birokrasi dan Kepemimpinan Organisasi
Kendati demikian, transisi dari pimpinan organisasi olahraga internasional menuju kepala lembaga geopolitik tertinggi bukanlah hal yang mudah. FIFA dan PBB memiliki dinamika konflik serta kompleksitas birokrasi yang sangat berbeda. Tantangan utama Infantino jika benar-benar maju adalah meyakinkan negara-negara pemilik hak veto bahwa ia mampu menangani krisis keamanan global dan isu kemanusiaan yang makin kompleks.