Uptodai.com - Pemain keturunan Daijiro Chirino kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air sebagai kandidat kuat pengisi lini pertahanan skuad Garuda. Bek kanan berbakat yang kini merumput di kasta kedua Liga Spanyol bersama UD Almeria ini dinilai memiliki profil yang sangat cocok dengan kebutuhan pelatih Shin Tae-yong. Kehadirannya diprediksi akan menjadi suksesor jangka panjang bagi Kevin Diks di sektor bek sayap kanan.

Nama Chirino mencuat ke permukaan seiring dengan performa impresifnya yang terus menanjak di kompetisi Eropa. Pemain berusia 23 tahun ini dikenal sebagai bek modern yang tidak hanya kokoh dalam bertahan, tetapi juga sangat aktif membantu serangan. Karakteristik permainannya yang agresif dan disiplin membuat banyak pihak meyakini bahwa ia adalah potongan puzzle yang hilang untuk memperkuat kedalaman skuad Timnas Indonesia.

Profil dan Kualitas Daijiro Chirino di Liga Spanyol

Berdasarkan data terbaru dari Transfermarkt, nilai pasar pemain keturunan Daijiro Chirino saat ini menyentuh angka Rp26,07 miliar. Nilai yang cukup fantastis ini mencerminkan kualitas serta konsistensinya saat tampil di kompetisi seketat La Liga 2. Bermain untuk klub sebesar UD Almeria tentu menuntut standar profesionalisme dan kemampuan fisik yang di atas rata-rata.

Chirino memiliki keunggulan dalam duel satu lawan satu dan kemampuan membaca arah serangan lawan dengan sangat baik. Selain itu, ia sangat nyaman saat terlibat dalam proses build-up serangan dari lini belakang menuju sektor depan. Kecepatan dan akurasi umpan silangnya menjadi senjata tambahan yang seringkali merepotkan barisan pertahanan lawan di Spanyol.

Dalam skema sepak bola modern, peran bek sayap memang dituntut untuk lebih multifungsi dan memiliki stamina yang prima. Chirino telah membuktikan bahwa dirinya mampu menjalankan peran tersebut dengan sangat efektif selama beberapa musim terakhir. Hal inilah yang membuat profilnya dianggap sangat relevan bagi kebutuhan strategi Timnas Indonesia saat ini.

Garis Keturunan Maluku dan Peluang Naturalisasi

Darah Indonesia yang mengalir di tubuh Chirino berasal dari pihak sang ibu yang memiliki akar kuat di Maluku. Kakeknya diketahui berasal dari Saparua, sementara neneknya merupakan putra daerah asli dari Ihamahu. Hubungan emosional dengan tanah leluhur ini menjadi faktor krusial yang bisa mempermudah proses pendekatannya untuk membela Merah Putih.

Meskipun ia tumbuh besar di lingkungan sepak bola Eropa dan memiliki paspor Belanda, Chirino belum pernah mencatatkan penampilan resmi bersama tim nasional senior mana pun. Ia memang sempat dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan bersama timnas Curacao beberapa waktu lalu. Namun, karena belum terlibat dalam pertandingan kompetitif resmi di bawah naungan FIFA, peluangnya untuk berpindah federasi masih terbuka lebar.

Regulasi FIFA memungkinkan pemain seperti Chirino untuk melakukan perpindahan asosiasi selama syarat-syarat administratif terpenuhi. PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir pun terus bergerak aktif memantau talenta-talenta diaspora yang memiliki kualitas grade A. Chirino masuk dalam kriteria tersebut karena usianya yang masih sangat muda dan berkompetisi di liga top Eropa.

Persaingan Sehat di Lini Belakang Timnas Indonesia

Jika proses naturalisasi ini terwujud, persaingan di posisi bek kanan Timnas Indonesia dipastikan akan semakin sengit dan kompetitif. Saat ini, posisi tersebut sudah dihuni oleh nama-nama besar seperti Kevin Diks dan Sandy Walsh yang memiliki pengalaman segudang. Namun, kehadiran bek kanan UD Almeria ini akan memberikan opsi lebih bagi pelatih dalam merotasi pemain.

Kedalaman skuad yang mumpuni sangat dibutuhkan mengingat agenda internasional Timnas Indonesia yang semakin padat ke depannya. Chirino bisa menjadi investasi jangka panjang karena usianya yang baru menginjak 23 tahun, fase di mana seorang pemain mulai memasuki masa keemasan. Ia diproyeksikan tidak hanya sebagai pelapis, tetapi juga penantang serius untuk posisi utama di tim inti.

Langkah PSSI dalam menjaring pemain diaspora berkualitas seperti Chirino menunjukkan keseriusan dalam membangun tim nasional yang disegani di level Asia. Dengan kombinasi pemain liga domestik dan talenta yang berkarier di Eropa, harapan publik untuk melihat Indonesia tampil di panggung dunia semakin nyata. Kini, publik hanya tinggal menunggu langkah konkret dari federasi untuk membawa sang bintang Almeria pulang ke tanah leluhurnya.