Uptodai.com - Kisah Michael Hatcher sebagai pemburu harta karun laut legendaris bermula dari sebuah ketidaksengajaan di ruang arsip. Pria asal Australia kelahiran 1940 ini awalnya hanya iseng membaca dokumen kuno milik Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Gedung Arsip Nasional Belanda. Dari lembaran-lembaran usang tersebut, ia menyadari adanya potensi luar biasa yang tersembunyi di dasar perairan Nusantara. Ia meyakini bahwa kapal-kapal yang karam di masa lampau menyimpan kekayaan tak ternilai.

Penemuan Spektakuler Kapal Geldermalsen

Keyakinan tersebut akhirnya terbukti pada tahun 1986 saat ia melakukan ekspedisi di perairan Karang Heliputan, Riau. Hatcher berhasil menemukan bangkai kapal Geldermalsen, sebuah kapal dagang milik VOC yang tenggelam pada abad ke-18. Dari situs tersebut, timnya berhasil mengangkat sekitar 100 hingga 225 batang emas murni. Tidak hanya itu, puluhan ribu keramik porselen peninggalan Dinasti Ming dan Qing juga turut dievakuasi dari dasar laut.

Harta karun yang bernilai fantastis tersebut kemudian diselundupkan keluar dari wilayah Indonesia secara diam-diam. Hatcher membawa seluruh hasil jarahannya ke balai lelang ternama, Christie’s di Amsterdam, Belanda. Seluruh temuan tersebut akhirnya laku terjual dengan angka fantastis mencapai 15 juta dolar AS atau setara Rp210 miliar.

Kontroversi Hukum dan Penyelundupan Internasional

Keberhasilan Hatcher ini memicu kontroversi internasional yang sangat sengit antara pemerintah Indonesia dan Belanda. Indonesia merasa kecolongan karena operasi pengangkatan tersebut dilakukan tanpa izin resmi di wilayah kedaulatan maritimnya. Di sisi lain, Hatcher berdalih bahwa ia telah mendapat restu terselubung dari otoritas Belanda yang mengklaim kepemilikan kapal. Konflik diplomatik ini akhirnya membuka mata dunia tentang lemahnya pengawasan wilayah laut Indonesia kala itu.

Dampak Terhadap Regulasi Maritim Indonesia

Peristiwa penjarahan kapal Geldermalsen ini menjadi titik balik penting bagi hukum maritim di Indonesia. Presiden Soeharto yang geram segera membentuk panitia nasional untuk menangani benda berharga asal muatan kapal tenggelam (BMKT). Pemerintah kemudian memperketat regulasi guna melindungi situs-situs sejarah bawah air dari eksploitasi ilegal. Langkah tegas ini diambil agar warisan budaya bawah laut tidak lagi dijarah oleh pihak asing demi keuntungan pribadi.

Kini, kisah Michael Hatcher tetap menjadi catatan sejarah kelam sekaligus pengingat pentingnya menjaga kedaulatan maritim. Kekayaan laut Indonesia yang melimpah tidak hanya berupa sumber daya alam, tetapi juga nilai sejarah yang tak ternilai harganya. Perlindungan terhadap situs kapal karam kini menjadi prioritas utama demi menyelamatkan identitas bangsa.