Haka Auto Targetkan 60 Dealer BYD di Indonesia pada 2026
Uptodai.com - Ekspansi Dealer BYD Haka Auto kini tengah memasuki fase agresif guna memperkuat dominasi kendaraan listrik di pasar otomotif tanah air. Perusahaan mitra resmi BYD ini mematok target besar dengan rencana mengoperasikan hingga 60 cabang baru pada tahun 2026 mendatang.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap teknologi ramah lingkungan. CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, menegaskan bahwa penambahan jaringan ini tetap mempertimbangkan dinamika ekonomi global yang masih fluktuatif.
Hariyadi menjelaskan bahwa pihaknya berupaya menyeimbangkan antara kecepatan pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi. Meskipun kondisi geopolitik memberikan tantangan tersendiri, optimisme terhadap ekosistem kendaraan listrik tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Target Jaringan Penjualan Mobil Listrik BYD di Tahun 2026
Haka Auto memproyeksikan pertumbuhan yang signifikan dalam waktu dekat dengan target operasional yang terukur. Hingga Juni 2026, perusahaan menargetkan setidaknya 30 cabang sudah mulai melayani konsumen secara penuh di berbagai wilayah strategis.
Saat ini, portofolio Haka Auto telah mencakup 15 outlet BYD yang aktif beroperasi di beberapa kota besar. Selain itu, mereka juga mengelola dua cabang khusus untuk merek premium Denza yang menyasar segmen pasar kelas atas di Indonesia.
Penyebaran outlet ini tidak hanya berfokus di Jakarta, melainkan sudah mulai merambah kota-kota penyangga lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan layanan purna jual dan distribusi unit dapat menjangkau konsumen secara lebih merata dan efisien.
Strategi Sewa Bangunan untuk Percepat Ekspansi
Guna mengejar target Ekspansi Dealer BYD Haka Auto yang ambisius, perusahaan melakukan perubahan strategi dalam pengadaan infrastruktur. Sebelumnya, Haka Auto cenderung mengakuisisi lahan kosong dan membangun gedung dari titik nol untuk memastikan standar fasilitas.
Namun, proses pembangunan gedung baru seringkali terhambat oleh kendala birokrasi dan perizinan, seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kendala administratif ini dinilai memakan waktu cukup lama sehingga dapat menghambat momentum pertumbuhan pasar yang sedang berkembang pesat.
Sebagai solusi, Haka Auto kini lebih mengarahkan strategi dengan menyewa gedung dealer dari merek lain yang sudah tidak beroperasi. Langkah ini dianggap jauh lebih efektif karena infrastruktur dasar biasanya sudah tersedia dan hanya memerlukan renovasi sesuai standar identitas visual BYD.
Fokus Penetrasi ke Kota Tier 2 dan Tier 3
Menariknya, arah perluasan jaringan Haka Auto kini mulai bergeser ke wilayah di luar pusat ekonomi utama. Perusahaan melihat potensi besar di kota-kota tier 2 dan tier 3 yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Hariyadi meyakini bahwa edukasi mengenai kendaraan listrik sudah mulai merata ke daerah-daerah tersebut. Peningkatan infrastruktur pengisian daya atau SPKLU di jalur lintas provinsi juga menjadi faktor pendukung yang memperkuat keyakinan konsumen di daerah untuk beralih ke mobil listrik.
Dengan hadirnya dealer di kota-kota pendukung, Haka Auto berharap dapat menghilangkan keraguan calon pembeli terkait kemudahan servis berkala. Kehadiran fisik dealer di daerah menjadi bukti komitmen jangka panjang BYD dalam melayani pasar Indonesia secara totalitas.
Optimisme Peningkatan Penjualan Mobil Listrik BYD 2026
Berdasarkan data performa tahun lalu, BYD berhasil mencatatkan angka distribusi wholesales yang impresif mencapai 46.711 unit sepanjang 2025. Dari total angka tersebut, kontribusi Haka Auto saat ini masih berada di bawah angka 20 persen dari total penjualan nasional.
Namun, dengan adanya penambahan jaringan yang masif, Haka Auto optimis kontribusi mereka akan melonjak drastis. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan volume penjualan hingga tiga kali lipat dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya seiring dengan bertambahnya jumlah outlet.
Jika BYD menetapkan target penjualan nasional sebesar 100.000 unit tahun ini, Haka Auto membidik porsi sekitar 20.000 hingga 25.000 unit. Target ini dianggap realistis mengingat semakin lengkapnya lini produk BYD yang masuk ke Indonesia, mulai dari hatchback hingga SUV mewah.