Serangan Drone Ukraina Hantam Gudang dan Depot Minyak Rusia
Uptodai.com - Gelombang serangan drone Ukraina dilaporkan kembali menghantam wilayah Rusia hingga memicu kerusakan fatal dan korban jiwa pada Sabtu (18/7/2026). Gempuran udara yang masif ini menewaskan sedikitnya tujuh pekerja gudang dan melukai puluhan orang lainnya di beberapa titik strategis. Selain menyasar fasilitas logistik, serangan tersebut juga memicu kebakaran hebat di depot minyak yang berada di dekat ibu kota Moskow.
Gubernur Tambov, Evgeniy Pervyshov, mengonfirmasi bahwa 25 orang mengalami luka-luka setelah pesawat tanpa awak menghantam gudang milik Wildberries di kota Kotovsk. Fasilitas milik pengecer online terbesar di Rusia tersebut terletak sekitar 475 kilometer di sebelah tenggara Moskow. Serangan presisi ini menunjukkan peningkatan jangkauan operasional militer Kyiv yang semakin jauh menembus benteng pertahanan udara Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa pasukannya sengaja menargetkan dua fasilitas logistik utama yang menyuplai komponen navigasi dan produksi drone militer Kremlin. Langkah taktis ini diambil untuk melumpuhkan rantai pasok militer Rusia yang selama ini diandalkan untuk menggempur kota-kota di Ukraina. Melalui platform X, Zelenskyy juga menegaskan bahwa satu fasilitas minyak penting milik Rusia berhasil dihantam dalam operasi tersebut.
Kerusakan serupa juga dilaporkan terjadi di Elektrostal, sebuah kota industri yang terletak di sebelah timur Moskow. Gubernur wilayah Moskow, Andrei Vorobyov, menyebutkan bahwa 24 orang terluka akibat serangan drone yang menyasar gudang Wildberries lainnya di wilayah tersebut. Sementara itu, di kota Noginsk, puing-puing drone yang jatuh memicu kebakaran hebat di kawasan pemukiman warga yang lokasinya berdekatan dengan depot minyak setempat.
Eskalasi Konflik dan Target Strategis Baru Kyiv
Serangan udara yang semakin agresif ini menandai babak baru dalam strategi perang asimetris yang diterapkan oleh militer Ukraina. Dengan menargetkan pusat logistik sipil-militer seperti Wildberries dan depot bahan bakar, Ukraina berusaha mengganggu stabilitas ekonomi domestik Rusia sekaligus menghambat pergerakan pasukan di garis depan. Para analis menilai taktik ini dirancang untuk memaksa Kremlin menarik sistem pertahanan udara mereka dari garis depan guna melindungi infrastruktur vital di dalam negeri.
Di sisi lain, Moskow terus berupaya meminimalkan dampak psikologis dari serangan-serangan ini terhadap masyarakat sipil mereka. Kendati demikian, kepulan asap hitam di dekat ibu kota dan meningkatnya jumlah korban luka di kalangan pekerja logistik menjadi bukti nyata bahwa perang kini telah bergeser ke halaman belakang Rusia sendiri. Situasi ini diprediksi akan memicu aksi balasan yang tidak kalah sengit dari pihak militer Rusia dalam beberapa hari ke depan.