Uptodai.com - Mauro Zijlstra mengalami cedera paha yang membuatnya terpaksa absen membela Persija Jakarta dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air. Kabar ini menjadi berita buruk bagi para pendukung Macan Kemayoran sekaligus jajaran pelatih Timnas Indonesia. Pemain naturalisasi yang baru bergabung pada paruh musim 2025-2026 ini semula diproyeksikan menjadi tumpuan utama di lini depan.

Namun, nasib kurang beruntung justru menghampiri sang wonderkid saat ia tengah berusaha beradaptasi dengan atmosfer kompetisi Super League. Absennya Mauro terasa sangat nyata ketika Persija Jakarta menjamu Borneo FC di Jakarta International Stadium (JIS) pada Selasa (3/3/2026). Tanpa kehadiran sang predator di kotak penalti, Macan Kemayoran harus puas berbagi angka dengan skor imbang 2-2.

Kronologi Cedera Mauro Zijlstra di Sesi Latihan

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan bahwa cedera tersebut terjadi secara mendadak saat sesi latihan tim telah hampir usai. Kejadian ini tentu sangat disayangkan mengingat sang pemain sedang dalam kondisi fisik yang prima sebelumnya. Mauro dilaporkan merasakan nyeri hebat pada bagian paha depannya setelah melakukan sebuah eksekusi bola.

“Mauro, sayangnya ketika hari Minggu kita latihan, waktu latihan sudah selesai, dia kemudian shooting ke gawang dan saat itu dia cedera di paha depan,” ujar Mauricio Souza dengan nada kecewa. Akibat insiden tersebut, tim medis segera melakukan pemeriksaan intensif untuk mengetahui tingkat keparahan robekan otot yang dialami sang pemain. Staf pelatih tidak ingin mengambil risiko lebih besar dengan memaksanya bermain.

Kondisi ini membuat Mauro Zijlstra dipastikan tidak bisa tampil dalam waktu dekat, termasuk saat laga menghadapi Dewa United pada pertengahan Maret mendatang. Tim medis Persija kini tengah bekerja keras untuk mempercepat proses pemulihan sang pemain melalui program fisioterapi khusus. Kehilangan Mauro menjadi tantangan besar bagi strategi ofensif yang telah disusun oleh Souza.

Dampak Besar bagi John Herdman dan Timnas Indonesia

Situasi ini tidak hanya memusingkan Persija, tetapi juga membuat pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai gigit jari. Herdman sangat mengandalkan Mauro Zijlstra untuk mengisi slot penyerang tajam dalam agenda FIFA Series yang akan digelar akhir Maret 2026. Kompetisi tersebut merupakan panggung debut bagi Herdman sejak resmi menakhodai skuad Garuda.

Mauro Zijlstra merupakan rencana jangka panjang yang sangat krusial bagi ketajaman lini serang Timnas Indonesia di masa depan. Rekam jejaknya di Belanda sangat mengesankan dengan torehan total 50 gol selama berkarier di berbagai kategori usia muda. Ketajaman inilah yang membuat PSSI bergerak cepat untuk merampungkan proses naturalisasinya agar bisa segera berseragam Merah Putih.

Jika proses pemulihan memakan waktu lama, Herdman terpaksa harus mencari alternatif lain untuk mengisi posisi ujung tombak. Padahal, karakteristik permainan Mauro dianggap sangat cocok dengan skema transisi cepat yang ingin diterapkan oleh pelatih asal Inggris tersebut. Publik sepak bola nasional kini hanya bisa berharap agar sang wonderkid segera pulih tepat waktu.

Krisis Pemain Menghantui Persija Jakarta

Selain masalah Mauro Zijlstra mengalami cedera, Persija Jakarta juga tengah menghadapi badai cedera yang menimpa beberapa pemain kunci lainnya. Mauricio Souza mengakui bahwa kedalaman skuadnya sedang diuji dengan absennya sejumlah pilar di lini belakang dan tengah. Hal ini terlihat dari kesulitan tim mempertahankan keunggulan dalam beberapa laga terakhir.

“Mauro cedera tidak tahu dia bisa tampil tidak ke depan. Alaaeddine juga kita harus lihat itu cedera dia apa,” tambah Souza saat menjelaskan kondisi timnya. Selain Alaaeddine Ajaraie, bek tangguh Paulo Victor juga masih diragukan untuk tampil pada pertandingan berikutnya karena masalah kebugaran. Kondisi pincang ini tentu menjadi sinyal waspada bagi Persija dalam persaingan papan atas Super League.

Manajemen klub berharap jeda internasional mendatang bisa memberikan waktu bagi para pemain untuk memulihkan kondisi fisik mereka secara total. Fokus utama saat ini adalah memastikan Mauro Zijlstra mendapatkan perawatan terbaik agar tidak mengalami cedera kambuhan di masa depan. Kehadirannya sangat dinantikan, baik oleh publik Jakarta maupun seluruh pecinta sepak bola Indonesia.