Masa Depan Ruben Amorim Setelah Dipecat MU, Dua Klub Ini Mengincar
Uptodai.com - Kabar mengenai masa depan Ruben Amorim setelah dipecat Manchester United kini menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola internasional. Meskipun kariernya di Old Trafford berakhir lebih cepat dari perkiraan, pelatih asal Portugal tersebut tampaknya tidak perlu menganggur dalam waktu lama. Sejumlah klub besar dari berbagai belahan dunia dilaporkan sudah mulai mengantre untuk mendapatkan tanda tangannya.
Amorim meninggalkan Manchester United dengan membawa uang pesangon yang cukup fantastis, yakni sekitar 10 juta pounds atau setara dengan Rp200 miliar lebih. Dana segar ini memberinya keleluasaan finansial untuk beristirahat sejenak sambil menimbang tawaran yang masuk. Namun, ambisinya untuk segera kembali ke pinggir lapangan hijau tetap terlihat sangat besar.
Laporan dari media Brasil, Supervasco, menyebutkan bahwa klub raksasa Amerika Selatan, Vasco da Gama, menaruh minat serius kepada Amorim. Manajemen klub tersebut berharap kehadiran mantan pelatih Sporting Lisbon itu mampu membangkitkan kembali kejayaan mereka. Vasco da Gama merupakan klub dengan sejarah panjang yang pernah menjuarai Copa Libertadores pada tahun 1998 silam.
Ambisi Vasco da Gama dan Kelanjutan Karier Ruben Amorim
Ketertarikan Vasco da Gama terhadap masa depan Ruben Amorim setelah dipecat Setan Merah menunjukkan bahwa reputasinya masih sangat terjaga. Meskipun Vasco sempat menjadi runner-up di Piala Dunia Antarklub perdana tahun 2000, performa mereka cenderung menurun dalam beberapa musim terakhir. Kehadiran pelatih sekaliber Amorim diharapkan menjadi katalisator perubahan bagi tim asal Rio de Janeiro tersebut.
Selain rumor dari Brasil, muncul juga spekulasi kuat mengenai kepulangannya ke tanah kelahiran, Portugal. ESPN melaporkan bahwa Amorim menjadi kandidat terkuat untuk menakhodai Benfica di masa mendatang. Skenario ini kabarnya akan terwujud jika Jose Mourinho memutuskan untuk meninggalkan Benfica demi melatih Timnas Portugal setelah gelaran Piala Dunia 2026.
Benfica melihat Amorim sebagai sosok yang paling tepat untuk meneruskan tongkat estafet kepelatihan jika Mourinho benar-benar pergi. Pengalamannya menjuarai Liga Portugal bersama Sporting Lisbon menjadi bukti nyata kapasitas taktisnya yang mumpuni. Hal ini membuat banyak pihak meyakini bahwa Portugal akan menjadi pelabuhan berikutnya bagi karier sang pelatih.
Penyebab Keretakan Hubungan di Manchester United
Pemecatan Amorim dari kursi pelatih Manchester United pada 5 Januari lalu dipicu oleh rentetan hasil yang mengecewakan di lapangan. Laga terakhirnya berakhir imbang 1-1 melawan Leeds United di Elland Road, yang menjadi puncak kesabaran manajemen. Selama masa jabatannya, Amorim tercatat hanya mampu memenangkan 24 dari 63 pertandingan yang ia pimpin di semua kompetisi.
Angka tersebut menempatkan Amorim sebagai salah satu manajer dengan rasio kemenangan terendah dalam sejarah panjang Manchester United. Namun, masalah di balik layar juga disebut-sebut menjadi faktor utama yang mempercepat kepergiannya dari Old Trafford. Hubungannya dengan Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox, dilaporkan merenggang akibat perbedaan pandangan mengenai peran pelatih.
Dalam sebuah pernyataan yang cukup kontroversial, Amorim sempat menegaskan bahwa ia datang ke United untuk menjadi seorang ‘manajer’, bukan sekadar ‘pelatih’. Sindiran ini diduga kuat dialamatkan kepada struktur manajemen yang dianggap terlalu membatasi ruang geraknya. Ia juga merasa kurang mendapatkan dukungan maksimal pada bursa transfer Januari untuk memperkuat skuadnya.
Kebangkitan Manchester United di Tangan Michael Carrick
Setelah kepergian Amorim, Manchester United langsung menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di bawah kendali Michael Carrick. Mantan gelandang legendaris United tersebut ditunjuk sebagai manajer interim dan berhasil membawa perubahan positif secara instan. Di bawah asuhan Carrick, performa Bruno Fernandes dan kawan-kawan terlihat jauh lebih stabil dan klinis di depan gawang lawan.
Saat ini, Setan Merah bahkan telah berhasil merangkak naik ke posisi ketiga klasemen sementara Liga Inggris. Transformasi cepat ini membuat spekulasi mengenai masa depan Ruben Amorim setelah dipecat semakin menarik untuk diikuti. Banyak pengamat menilai bahwa Amorim mungkin memang tidak cocok dengan kultur kerja di Liga Inggris saat ini.
Kini, publik sepak bola dunia tinggal menunggu langkah apa yang akan diambil oleh pelatih berusia 41 tahun tersebut. Apakah ia akan mencoba tantangan baru di Brasil bersama Vasco da Gama, atau menunggu kesempatan emas untuk melatih Benfica? Yang pasti, nama Ruben Amorim tetap akan menjadi komoditas panas dalam bursa pelatih sepak bola global.