Harga Mobil Listrik Xpeng Naik Rp 100 Juta Akibat Insentif Berakhir
Uptodai.com - Harga mobil listrik Xpeng di pasar otomotif tanah air resmi mengalami penyesuaian harga yang cukup signifikan pada awal tahun 2026. Lonjakan harga ini terjadi sebagai imbas langsung dari berakhirnya masa berlaku insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Kondisi ini memaksa para calon konsumen untuk merogoh kocek lebih dalam dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah sebelumnya memberikan keringanan berupa potongan PPN sebesar 10 persen bagi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang memenuhi kriteria tertentu.
Dampak Berakhirnya Insentif Pajak Kendaraan Listrik
VP Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, mengonfirmasi bahwa harga yang tertera di situs resmi saat ini sudah tidak lagi mencakup diskon pajak tersebut. Menurutnya, kalkulasi harga terbaru untuk tahun 2026 ini sudah mempertimbangkan hilangnya subsidi dari pemerintah.
Sebelumnya, pelanggan hanya perlu menanggung beban PPN sebesar 2 persen berkat adanya insentif PPN DTP. Namun, per Januari 2026, setiap unit kendaraan yang terjual kini dikenakan tarif pajak normal sebesar 12 persen.
Penyesuaian ini tentu memberikan dampak psikologis bagi pasar, mengingat harga kendaraan listrik masih tergolong premium bagi sebagian besar masyarakat. Pihak manajemen Xpeng menyebutkan bahwa langkah ini harus diambil untuk mengikuti regulasi perpajakan yang berlaku saat ini.
Rincian Kenaikan Harga Xpeng X9 dan G6
Kenaikan harga ini bervariasi tergantung pada model dan spesifikasi kendaraan yang dipilih oleh konsumen. Model premium Xpeng X9 menjadi tipe yang mengalami lonjakan paling tinggi, yakni mencapai angka Rp 100 juta per unit.
Hari menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil kalkulasi 10 persen dari basis harga kendaraan yang berada di kisaran Rp 1 miliar. Saat ini, melalui pantauan di laman resmi perusahaan, Xpeng X9 dibanderol mulai dari Rp 1.169.000.000.
Sementara itu, model Xpeng G6 juga tidak luput dari koreksi harga dengan kenaikan sekitar Rp 70 juta. Model yang sebelumnya bisa dibawa pulang dengan harga Rp 619 juta, kini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 679 juta.
Komitmen Produksi Lokal di Purwakarta
Meskipun menghadapi tantangan harga, Xpeng yang berada di bawah naungan Erajaya Active Lifestyle terus memperkuat fondasi bisnisnya di Indonesia. Perusahaan saat ini tengah fokus melakukan akselerasi produksi lokal untuk memperdalam penetrasi pasar domestik.
Xpeng mengoperasikan fasilitas perakitan di Purwakarta, Jawa Barat, dengan menggandeng PT Handal Indonesia Motor (HIM). Langkah strategis ini sangat penting karena pabrik tersebut menjadi fasilitas produksi Xpeng pertama yang berdiri di luar wilayah China.
Kehadiran pabrik lokal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok dalam jangka panjang. Selain itu, produksi dalam negeri juga menjadi kunci bagi merek otomotif untuk mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen Indonesia.
Catatan Penjualan dan Performa Pasar Xpeng
Melihat rekam jejaknya, performa Xpeng sepanjang tahun 2025 tergolong cukup stabil bagi pemain baru di industri otomotif nasional. Perusahaan berhasil mencatatkan angka distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) sebanyak 894 unit selama setahun penuh.
Dari sisi penjualan langsung ke tangan konsumen (retail sales), sebanyak 824 unit mobil Xpeng telah resmi mengaspal di jalanan Indonesia. Angka ini menunjukkan penerimaan positif terhadap teknologi yang ditawarkan oleh pabrikan asal Tiongkok tersebut.
Memasuki bulan pertama tahun 2026, data menunjukkan angka wholesales berada di angka 172 unit. Sementara itu, untuk penjualan retail pada Januari 2026, Xpeng membukukan distribusi sebanyak 77 unit ke tangan pelanggan di seluruh Indonesia.