3 Pemain Tertua di Timnas Indonesia Pilihan John Herdman
Uptodai.com - Pemain tertua di Timnas Indonesia kini menjadi sorotan setelah pelatih John Herdman merilis daftar 41 nama untuk memperkuat skuad Garuda dalam ajang FIFA Series 2026. Kehadiran para pemain berpengalaman ini dianggap krusial untuk menjaga keseimbangan tim yang saat ini banyak dihuni oleh talenta muda potensial. Herdman tampaknya ingin memastikan bahwa kematangan mental tetap terjaga di tengah tensi pertandingan internasional yang tinggi.
Strategi memadukan energi pemain muda dengan ketenangan sosok senior menjadi ciri khas racikan pelatih asal Inggris tersebut. Meskipun program regenerasi terus berjalan, beberapa nama veteran terbukti masih mampu bersaing secara fisik dan taktik di level tertinggi. Keberadaan mereka di ruang ganti diharapkan mampu menjadi mentor bagi para pemain debutan yang baru mencicipi atmosfer tim nasional.
Stefano Lilipaly: Sang Maestro Berusia 36 Tahun
Stefano Lilipaly menempati posisi puncak sebagai pemain dengan usia paling senior dalam daftar panggil John Herdman kali ini. Penyerang sayap milik Dewa United tersebut lahir di Arnhem, Belanda, pada 10 Januari 1990 dan kini telah menginjak usia 36 tahun. Meski sudah tidak muda lagi, kualitas visi bermain dan akurasi umpannya tetap menjadi salah satu yang terbaik di tanah air.
Sejak mencatatkan debut bersama Timnas Indonesia pada tahun 2013, Lilipaly telah mengoleksi 33 penampilan dengan sumbangan dua gol serta enam assist. Kontribusinya di level klub juga tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan performa yang signifikan. Pada kompetisi Super League 2025/2026, ia sukses membukukan dua gol dan enam assist dari 26 pertandingan yang ia jalani bersama Dewa United.
Kebugaran fisik Lilipaly yang tetap terjaga menjadi alasan utama mengapa Herdman masih mempercayainya untuk mengisi slot di lini depan. Pengalamannya bermain di berbagai posisi menyerang memberikan fleksibilitas taktis yang sangat dibutuhkan oleh tim. Ia sering kali menjadi pemecah kebuntuan saat tim menghadapi pertahanan lawan yang sangat rapat dan disiplin.
Jordi Amat: Tembok Kokoh Berusia 33 Tahun
Nama kedua yang mengisi daftar pemain senior adalah bek tengah tangguh, Jordi Amat. Pemain yang kini menjadi andalan Persija Jakarta tersebut lahir di Barcelona, Spanyol, pada 21 Maret 1992 dan saat ini berusia 33 tahun. Jordi membawa segudang pengalaman bermain di kompetisi elit Eropa seperti La Liga dan Premier League ke dalam skuad Garuda.
Setelah resmi menyandang status Warga Negara Indonesia pada tahun 2022, Jordi Amat langsung menjadi pilar utama di lini pertahanan. Hingga saat ini, ia telah mencatatkan 19 penampilan dan menyumbangkan dua gol bagi Timnas Indonesia. Kemampuannya dalam membaca arah permainan dan melakukan distribusi bola dari lini belakang sangat membantu transisi permainan tim.
Menariknya, peran Jordi di level klub bersama Persija Jakarta juga mengalami transformasi yang cukup dinamis musim ini. Selain menjaga area pertahanan, ia beberapa kali dipercaya tampil sebagai gelandang bertahan untuk memutus serangan lawan lebih awal. Fleksibilitas ini tentu menjadi nilai tambah bagi John Herdman dalam menyusun strategi formasi yang lebih variatif.
Marc Klok: Jenderal Lapangan Tengah Berusia 32 Tahun
Melengkapi daftar tiga pemain paling senior adalah gelandang karismatik milik Persib Bandung, Marc Klok. Lahir di Amsterdam pada 20 April 1993, Klok kini telah memasuki usia 32 tahun dengan kematangan bermain yang semakin teruji. Ia merupakan sosok pemimpin di lapangan yang mampu mengatur ritme permainan serta menjaga kedalaman lini tengah.
Marc Klok resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada tahun 2020 dan menjalani debut internasionalnya pada Juni 2022. Sejauh ini, sang kapten Persib Bandung tersebut telah tampil sebanyak 21 kali untuk skuad Garuda dengan torehan lima gol dan satu assist. Catatan golnya yang cukup produktif bagi seorang gelandang menunjukkan insting menyerangnya yang masih sangat tajam.
Kehadiran Klok di lini tengah memberikan rasa aman bagi para pemain bertahan karena ia sangat disiplin dalam menjaga area transisi. Selain itu, kemampuan eksekusi bola matinya sering kali menjadi senjata rahasia Timnas Indonesia untuk mencetak gol dari situasi bola mati. John Herdman tampaknya sangat mengandalkan jiwa kepemimpinan Klok untuk membimbing para gelandang muda di tim.
Visi John Herdman dalam Menghadapi FIFA Series 2026
Keputusan John Herdman memanggil para pemain senior ini menunjukkan bahwa ia tidak ingin berjudi dengan hanya mengandalkan pemain muda. Ajang FIFA Series 2026 menuntut kesiapan mental yang kuat serta pengalaman dalam menghadapi berbagai gaya permainan tim dari negara lain. Kombinasi antara kecepatan pemain muda dan kecerdasan pemain senior diharapkan mampu membawa Indonesia meraih hasil maksimal.
Para pemain senior ini juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga harmoni di dalam skuad yang cukup gemuk dengan 41 pemain. Mereka menjadi jembatan komunikasi antara instruksi pelatih dengan pemahaman para pemain di lapangan hijau. Dengan persiapan yang matang, racikan Herdman yang melibatkan para veteran ini diharapkan mampu memberikan kejutan di kancah internasional.