RI Pendiri Organisasi AI Dunia, Airlangga Beberkan Manfaatnya
Uptodai.com - Indonesia resmi mengambil peran strategis sebagai salah satu pendiri organisasi AI dunia yang dikenal dengan nama World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Keterlibatan aktif ini ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebagai langkah emas untuk mewarnai arah kebijakan teknologi global. Melalui posisi ini, Indonesia tidak lagi sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan ikut merumuskan standar dan tata kelola kecerdasan buatan di tingkat internasional.
Langkah berani ini diambil di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang mulai mendominasi berbagai sektor industri global. Sebagai bagian dari pendiri, Indonesia memiliki hak suara untuk memastikan pengembangan AI tetap sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) PBB. Airlangga menyebutkan bahwa kolaborasi ini akan memastikan transfer teknologi berjalan lebih adil, khususnya bagi negara-negara berkembang yang sedang melakukan transisi digital.
Dampak Positif Terhadap Potensi Ekonomi Digital Indonesia
Keikutsertaan dalam WAICO diyakini akan memberikan stimulus besar bagi pertumbuhan ekonomi digital di tanah air. Airlangga memproyeksikan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia yang saat ini bernilai US$ 130 miliar dapat melonjak hingga US$ 366 miliar pada tahun 2030 mendatang. Bahkan, angka tersebut masih bisa didorong hingga menyentuh US$ 600 miliar melalui optimalisasi kerja sama regional dan global yang lebih erat.
Integrasi AI yang terarah diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru berbasis teknologi tinggi dan meningkatkan efisiensi sektor UMKM. Pemerintah juga berkomitmen untuk mempersiapkan talenta digital lokal agar mampu bersaing di kancah global. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi yang masif ini tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, tetapi juga menyentuh masyarakat luas secara inklusif.
Sinergi Regional Melalui DEFA ASEAN
Di tingkat regional, Indonesia juga tengah mendorong implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) di bawah keketuaan Filipina tahun ini. Kerja sama ini ditargetkan mampu melipatgandakan nilai ekonomi digital ASEAN dari US$ 1 triliun menjadi US$ 2 triliun. Dalam skenario optimistis tersebut, kontribusi Indonesia diharapkan dapat mendominasi porsi terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Indonesia Sebagai Pembuat Aturan, Bukan Penonton
Senada dengan Airlangga, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Angga Raka Prabowo, menegaskan pentingnya kedaulatan digital nasional. Beliau menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk menjadi penyusun tata kelola AI global, bukan sekadar pasar bagi produk asing. Langkah aktif ini menjadi benteng pertahanan sekaligus peluang bagi inovator lokal untuk unjuk gigi di panggung dunia.
Deklarasi bersejarah pendirian WAICO ini ditandatangani oleh Menko Airlangga bersama perwakilan dari sekitar 30 negara lainnya. Negara-negara yang turut menandatangani kesepakatan ini antara lain Brasil, Rusia, RRT, Malaysia, Oman, hingga beberapa negara Afrika seperti Kenya dan Nigeria. Aliansi lintas benua ini diharapkan melahirkan ekosistem AI yang etis, aman, dan membawa kemaslahatan bagi peradaban manusia.