7 Lagu KPop Underrated yang Mendadak Populer Lagi Setelah Rilis
Uptodai.com - Lagu KPop underrated populer kembali menjadi fenomena unik yang sering mewarnai dinamika industri musik Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak karya musik yang awalnya gagal menembus tangga lagu justru mendapatkan apresiasi luar biasa setelah melewati waktu yang cukup lama sejak tanggal perilisan resminya.
Fenomena ini sering kali disebut oleh para penggemar sebagai “reverse run” atau kondisi ketika sebuah lagu memanjat naik ke puncak tangga lagu secara tiba-tiba. Berbagai faktor seperti video viral di media sosial hingga rekomendasi dari sesama idola menjadi pemicu utama kebangkitan lagu-lagu yang sebelumnya sempat terlupakan tersebut.
Penyebab Utama Lagu KPop Underrated Populer Kembali
Industri musik yang sangat kompetitif terkadang membuat sebuah karya berkualitas tidak langsung mendapatkan perhatian yang layak dari publik luas. Faktor keberuntungan dan momentum sering kali memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan sebuah grup idola di pasar domestik maupun internasional.
Media sosial seperti TikTok dan YouTube sering menjadi pahlawan bagi lagu-lagu lama yang mendadak naik daun melalui tantangan menari atau video kompilasi. Selain itu, penampilan dalam acara varietas populer juga terbukti mampu membangkitkan rasa penasaran pendengar terhadap diskografi lama seorang artis.
1. EXID – Up & Down
Lagu ini merupakan contoh paling ikonik dari tren lagu KPop underrated populer berkat kekuatan media sosial. Saat pertama kali rilis pada tahun 2014, lagu ini hampir tidak terdengar dan grup EXID bahkan berada di ambang pembubaran karena masalah finansial.
Keajaiban muncul ketika sebuah video rekaman penggemar atau fancam yang menampilkan Hani sedang menarikan lagu ini menjadi viral secara global. Video tersebut menarik jutaan penonton dan memaksa EXID kembali ke panggung musik untuk mempromosikan ulang lagu tersebut hingga meraih kemenangan pertama mereka.
2. Brave Girls – Rollin
Brave Girls mengalami nasib serupa dengan EXID setelah lagu mereka yang berjudul Rollin mendadak meledak pada awal tahun 2021. Padahal, lagu bernuansa musim panas yang sangat adiktif ini sebenarnya sudah dirilis sejak empat tahun sebelumnya, tepatnya pada tahun 2017.
Kepopuleran ini bermula dari sebuah video kompilasi di YouTube yang memperlihatkan reaksi antusias para tentara Korea Selatan saat menonton penampilan mereka. Publik kemudian mulai menyukai energi positif grup ini hingga lagu tersebut berhasil menyapu bersih seluruh tangga lagu utama di Korea Selatan.
3. N.Flying – Rooftop
N.Flying membuktikan bahwa kekuatan rekomendasi dari mulut ke mulut antar komunitas daring bisa mengubah nasib sebuah lagu. Rooftop awalnya tidak mendapatkan posisi yang baik di tangga lagu saat pertama kali diperkenalkan kepada publik pada awal tahun 2019.
Namun, melodi yang nyaman di telinga dan lirik yang relevan membuat lagu ini perlahan-lahan naik ke peringkat atas melalui platform musik digital. Keberhasilan ini membawa N.Flying mendapatkan trofi kemenangan pertama mereka di acara musik televisi setelah bertahun-tahun berkarier sebagai band.
4. Crayon Pop – Bar Bar Bar
Crayon Pop pernah menghebohkan publik dengan konsep unik dan helm ikonik mereka melalui lagu Bar Bar Bar yang rilis pada tahun 2013. Awalnya, lagu ini dianggap terlalu aneh dan tidak masuk dalam radar pendengar musik arus utama di Korea Selatan.
Berkat koreografi “lompat silinder” yang sangat mudah diikuti, lagu ini perlahan menjadi sensasi nasional dan banyak diputar di berbagai tempat umum. Kepopuleran yang datang terlambat ini akhirnya membawa Crayon Pop meraih kesuksesan besar hingga mendapatkan perhatian dari media internasional.
5. Pentagon – Shine
Lagu Shine milik grup Pentagon membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk bisa masuk ke dalam jajaran tangga lagu bergengsi Melon Top 100. Meskipun memiliki melodi piano yang ceria dan koreografi yang menyenangkan, lagu ini tidak langsung mendapatkan sambutan hangat saat rilis perdana.
Dukungan masif dari penggemar internasional dan tantangan menari di platform digital akhirnya mendorong lagu ini naik secara perlahan namun pasti. Hingga saat ini, Shine tetap dianggap sebagai salah satu lagu paling representatif bagi karier Pentagon di industri musik.
6. LABOUM – Journey to Atlantis
LABOUM merasakan dampak luar biasa dari acara varietas populer Hangout with Yoo yang dipandu oleh komedian ternama Yoo Jae Suk. Lagu Journey to Atlantis yang rilis pada 2016 mendadak viral kembali setelah dinyanyikan ulang oleh grup proyek MSG Wannabe dalam acara tersebut.
Publik yang merasa nostalgia dengan nuansa lagu tersebut langsung mencarinya di berbagai platform streaming musik hingga menduduki posisi puncak. Hal ini membuktikan bahwa paparan media televisi masih memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam mengangkat kembali karya-karya lama yang berkualitas.
7. H1-KEY – Rose Blossom
H1-KEY menjadi grup dari agensi kecil yang berhasil menciptakan keajaiban melalui lagu Rose Blossom pada tahun 2023 lalu. Lirik lagu yang bercerita tentang keteguhan hati seperti bunga mawar yang tumbuh di antara aspal beton menyentuh hati banyak pendengar.
Meskipun tidak langsung populer saat rilis, lagu ini perlahan naik di tangga lagu karena banyak orang merasa terinspirasi oleh pesan yang disampaikan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kualitas musik dan lirik yang bermakna tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat luas.
Dampak Positif Fenomena Reverse Run bagi Industri Musik
Munculnya berbagai lagu KPop underrated populer memberikan harapan baru bagi grup-grup dari agensi kecil yang sedang berjuang. Fenomena ini membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu bergantung pada modal besar atau nama besar agensi semata, melainkan juga pada kualitas karya itu sendiri.
Selain itu, tren ini mendorong para pendengar untuk lebih mengeksplorasi diskografi lama dari berbagai artis yang mungkin sebelumnya terlewatkan. Industri musik Korea kini menjadi lebih dinamis karena sebuah lagu lama bisa saja menjadi hit besar kapan saja tanpa bisa diprediksi secara pasti.