Uptodai.com - Kekuatan Walt Disney Studios di kancah perfilman global kembali teruji dengan pencapaian yang memecahkan rekor. Raksasa hiburan ini secara resmi melampaui ambang batas pendapatan global sebesar US$6 miliar, sebuah angka yang setara dengan sekitar Rp100 triliun.

Pencapaian ini menempatkan Disney sebagai studio pertama dan satu-satunya yang berhasil menembus batas US$6 miliar di seluruh dunia pada tahun ini. Angka monumental ini menegaskan kembali dominasi Disney di industri perfilman dunia, jauh melampaui pesaing terdekatnya.

Walt Disney capai Rp100 triliun dari pendapatan global box office, sebuah prestasi yang datang beberapa hari lebih cepat dari perkiraan banyak analis industri. Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi besar salah satu film terbarunya yang sukses besar di seluruh dunia.

Dampak Instan Avatar: Fire & Ash terhadap Keuangan Disney

Rincian pendapatan Disney menunjukkan kekuatan pasar domestik dan internasional yang seimbang. Di Amerika Serikat, Disney berhasil meraup US$2,3 miliar, sebuah angka terbaik yang dicapai studio film besar mana pun di kawasan Amerika Utara sejauh ini. Sementara itu, kontribusi dari pasar internasional mencapai US$3,65 miliar, membuktikan jangkauan global produk-produk mereka.

Kunci utama percepatan pencapaian rekor ini terletak pada kesuksesan fenomenal film terbaru James Cameron, *Avatar: Fire & Ash*. Film fiksi ilmiah epik ini berperan penting mendorong studio melewati tonggak sejarah US$6 miliar tersebut.

Hingga 25 Desember 2025, *Avatar: Fire & Ash* telah menghasilkan US$483,3 juta di box office seluruh dunia, dan angkanya terus bertambah signifikan. Film ini menunjukkan bahwa daya tarik sinematik yang didukung teknologi visual canggih masih menjadi magnet kuat bagi penonton global.

Dominasi Pasar Internasional dan Kontribusi Box Office

Kontribusi internasional dari *Avatar: Fire & Ash* sangat dominan, menyumbang US$353,6 juta, sementara pasar Amerika Utara menghasilkan US$129,7 juta. Data ini menggarisbawahi pentingnya pasar luar negeri bagi keberlangsungan finansial studio besar Hollywood.

China tetap menjadi pasar internasional teratas di luar AS dengan perolehan sebesar US$71,5 juta, menjadikannya penyumbang terbesar di Asia. Negara-negara Eropa juga memberikan dorongan kuat, dengan Prancis menyumbang US$33,8 juta dan Jerman mencapai US$26,1 juta.

Selain itu, Inggris Raya mencatatkan US$19,6 juta, sementara Korea Selatan dan Meksiko masing-masing menghasilkan US$18,4 juta dan US$13,4 juta. Distribusi pendapatan yang merata di berbagai benua ini menjadi indikasi strategi pemasaran Disney yang efektif.

Mengungguli Pesaing dan Mengulang Sejarah Rekor

Posisi Disney sebagai studio pertama yang melampaui pendapatan US$6 miliar tahun ini tidak tertandingi. Studio besar terbaik berikutnya, Warner Bros., berada jauh di belakang dengan total pendapatan sekitar US$4,3 miliar. Meskipun Warner Bros. sempat menjadi yang pertama menembus angka US$4 miliar di awal tahun, Disney dengan cepat mengambil alih puncak klasemen berkat rilis-rilis besar di akhir tahun.

Meskipun pencapaian US$6 miliar tahun ini sangat impresif, rekor terbesar Disney tetap terjadi pada tahun 2019. Pada tahun tersebut, studio raksasa ini mencatatkan angka tertinggi sepanjang masa sebesar US$13,1 miliar.

Angka tersebut mencakup US$11,1 miliar dari judul-judul Disney inti, ditambah kontribusi dari 20th Century Studios dan Searchlight. Periode 2019 tersebut menandai satu-satunya saat sebuah studio film besar berhasil melampaui batas US$10 miliar di box office global, sebuah rekor yang hingga kini belum terpecahkan.

Pencapaian terbaru yang didorong oleh *Avatar: Fire & Ash* ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan industri terus berubah, kekuatan merek, kualitas produksi, dan strategi rilis Disney tetap menjadi standar emas bagi Hollywood di era digital.