Uptodai.com - Kekalahan Ajax Amsterdam dari Twente di hadapan pendukung sendiri menjadi pil pahit bagi kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes. Bertanding di Johan Cruyff Arena pada Minggu (5/4/2026), skuad De Godenzonen harus menyerah dengan skor tipis 1-2. Hasil ini sangat mengecewakan mengingat Ajax bermain di markas kebanggaan mereka yang dipadati ribuan suporter setia.

Sejak peluit awal berbunyi, tim tamu langsung memberikan tekanan hebat ke jantung pertahanan tuan rumah. Gawang yang dikawal ketat oleh Maarten Paes akhirnya jebol pada menit ke-18 melalui aksi impresif Zerrouki. Gol tersebut membuat publik tuan rumah terdiam dan memaksa Ajax untuk bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan.

Harapan untuk bangkit sempat muncul ketika penyerang jangkung Wout Weghorst berhasil mencetak gol penyeimbang. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, Weghorst menyarangkan bola pada menit ke-32 yang mengubah skor menjadi 1-1. Momentum ini seharusnya menjadi titik balik bagi Ajax untuk menguasai jalannya pertandingan di babak kedua.

Dominasi Twente di Johan Cruyff Arena

Memasuki paruh kedua, performa Ajax Amsterdam justru terlihat menurun dan kehilangan koordinasi antar lini. Twente yang tampil lebih disiplin terus mencari celah di lini belakang tuan rumah yang tampak rapuh. Maarten Paes berulang kali harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari gempuran pemain lawan yang sangat agresif.

Petaka bagi tuan rumah akhirnya datang pada menit ke-79 melalui kaki Bart Van Roij. Pemain Twente tersebut berhasil melepaskan tembakan akurat yang tidak mampu dihalau oleh Paes, sekaligus memastikan kemenangan bagi tim tamu. Skor 1-2 bertahan hingga peluit panjang ditiupkan, menandai kekalahan Ajax Amsterdam dari Twente musim ini.

Hasil negatif ini memicu reaksi keras dari salah satu pemain senior mereka, Steven Berghuis. Gelandang kreatif tersebut tidak mampu menutupi rasa kecewanya saat memberikan keterangan kepada awak media usai laga berakhir. Ia menilai penampilan rekan-rekannya sangat jauh dari standar yang diharapkan oleh klub sebesar Ajax.

Kritik Pedas Steven Berghuis untuk Skuad Ajax

Steven Berghuis melontarkan kritik tajam dan menyebut permainan timnya benar-benar berantakan, terutama pada babak kedua. Ia merasa fondasi permainan tim tidak cukup kuat untuk menghadapi lawan yang memiliki organisasi permainan rapi seperti Twente. Menurutnya, usaha yang dilakukan para pemain di lapangan tidak dibarengi dengan kualitas yang mumpuni.

“Pada akhirnya, kami memang tidak pantas mendapatkan kemenangan ini,” ujar Berghuis dengan nada bicara yang penuh kekecewaan. Ia menambahkan bahwa meskipun ada momen-momen bagus, secara keseluruhan performa tim sangat tidak memuaskan. Hal ini menjadi catatan merah bagi jajaran pelatih dan manajemen klub untuk segera melakukan evaluasi total.

Lebih lanjut, Berghuis meyakini bahwa masalah utama bukan hanya terletak pada strategi atau pergantian manajer. Ia secara terang-terangan mempertanyakan kualitas skuad yang ada saat ini untuk bersaing di level tertinggi Eredivisie. Baginya, rencana permainan yang disusun pelatih tidak akan berjalan jika kemampuan individu pemain tidak mendukung.

Masa Depan Ajax Amsterdam yang Penuh Tanya

Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri menjadi tamparan keras bagi seluruh elemen klub. Performa Maarten Paes di Ajax sebenarnya cukup baik dengan beberapa penyelamatan krusial, namun rapuhnya lini pertahanan membuat tugasnya semakin berat. Kekalahan ini juga membuat posisi Ajax di klasemen sementara semakin terancam oleh rival-rivalnya.

Berghuis sangat menyesalkan kegagalan tim dalam memanfaatkan atmosfer dukungan suporter di Johan Cruyff Arena. Ia merasa tim telah mengecewakan para pendukung yang selalu setia hadir memberikan semangat di setiap laga kandang. Baginya, mengalahkan Twente di markas sendiri adalah sebuah keharusan yang gagal mereka penuhi.

Kini, Ajax Amsterdam harus segera berbenah sebelum melakoni laga-laga selanjutnya yang diprediksi akan semakin berat. Ketidakpastian arah masa depan tim menjadi kekhawatiran utama bagi para pemain dan penggemar. Jika tidak ada perubahan signifikan, bukan tidak mungkin klub raksasa Belanda ini akan semakin terpuruk di sisa musim kompetisi.