Peneliti China Ciptakan Tanaman Bercahaya Pengganti Lampu Jalan
Uptodai.com - Inovasi teknologi kini memungkinkan hadirnya tanaman bercahaya pengganti lampu jalan di masa depan. Para peneliti asal China baru-baru ini berhasil merekayasa genetika flora agar mampu berpendar secara alami dalam kegelapan tanpa bantuan listrik sama sekali.
Langkah revolusioner ini diambil oleh sebuah perusahaan bioteknologi bernama Magicpen Bio. Mereka menyuntikkan gen khusus dari kunang-kunang dan jamur berpendar ke dalam sel tumbuhan untuk menciptakan efek cahaya yang stabil.
Euronews melaporkan bahwa teknik canggih ini telah berhasil diterapkan pada lebih dari 20 spesies tanaman yang berbeda. Keberhasilan ini membuka peluang besar bagi penataan kota yang lebih ramah lingkungan dan artistik di masa mendatang.
Ambisi Menciptakan Dunia Avatar di Kehidupan Nyata
Pendiri Magicpen Bio, Li Renhan, memiliki ambisi besar untuk mengubah wajah taman kota menjadi pemandangan yang menyerupai planet alien. Ia terinspirasi dari keindahan tumbuhan bercahaya yang ada dalam film populer “Avatar” karya James Cameron.
Li ingin membawa teknologi rekayasa genetika tanaman ini ke sektor wisata budaya dan ekonomi malam. Menurutnya, lembah yang penuh dengan tumbuhan berpendar akan menjadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan mancanegara.
Proyek ini tidak hanya fokus pada estetika semata, tetapi juga pada fungsionalitas ruang publik. Tanaman-tanaman ini diharapkan dapat menerangi jalur pejalan kaki tanpa perlu memasang kabel listrik yang rumit dan mahal.
Solusi Hemat Energi dan Ramah Lingkungan
Meskipun tingkat kecerahannya belum setara dengan lampu LED konvensional, tumbuhan berpijar hemat energi ini sangat efektif untuk area yang tidak membutuhkan cahaya intens. Penggunaan flora ini dapat menekan konsumsi listrik di taman-taman perkotaan secara signifikan.
Li Renhan menjelaskan bahwa tanaman ini hanya membutuhkan perawatan dasar seperti air dan pupuk untuk tetap hidup dan bercahaya. Hal ini tentu saja membantu mengurangi emisi karbon yang biasanya dihasilkan dari pembangkit listrik untuk penerangan kota.
Tren ini sebenarnya dimulai oleh perusahaan Light Bio pada tahun 2024 melalui produk “Petunia Kunang-kunang”. Namun, Magicpen Bio kini melangkah lebih jauh dengan memodifikasi varietas tanaman yang jauh lebih beragam dan tahan lama.
Metode Nanopartikel Sebagai Alternatif Inovasi
Selain melalui modifikasi genetik, peneliti dari South China Agricultural University juga mengembangkan metode lain yang tidak kalah unik. Mereka tidak mengubah DNA tanaman, melainkan menyuntikkan partikel nano langsung ke dalam jaringan daun.
Campuran material seperti strontium dan aluminium digunakan untuk menangkap energi matahari saat siang hari. Partikel logam tersebut kemudian akan melepaskan energi dalam bentuk cahaya ketika matahari terbenam atau kondisi lingkungan mulai gelap.
Teknologi nanopartikel ini memungkinkan peneliti untuk mengontrol warna cahaya yang dihasilkan oleh tanaman tersebut. Inovasi ini memberikan fleksibilitas lebih bagi arsitek lanskap dalam merancang taman tematik dengan berbagai gradasi warna.
Kehadiran tanaman bercahaya pengganti lampu jalan ini menandai era baru dalam integrasi biologi dan teknologi. Dengan riset yang terus berkembang, impian kota hijau yang mandiri energi tampaknya akan segera menjadi kenyataan dalam waktu dekat.