Prabowo Optimistis Industri Kendaraan Listrik Indonesia Saingi Jepang
Uptodai.com - Industri kendaraan listrik Indonesia kini memasuki babak baru setelah peresmian pabrik komersial bertenaga listrik di Magelang, Jawa Tengah. Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa produk lokal mampu bersaing dengan dominasi pabrikan asal Jepang dan Korea Selatan.
Kehadiran fasilitas produksi milik PT VKTR Teknologi Mobilitas ini menjadi tonggak sejarah bagi kemandirian otomotif nasional. Pabrik tersebut sudah mulai memproduksi berbagai jenis armada mulai dari bus, truk, hingga traktor bertenaga listrik secara mandiri.
Target Menjadi National Champion di Sektor Otomotif
Prabowo berharap VKTR dapat tumbuh menjadi kekuatan besar yang mewakili identitas bangsa di kancah global. Ia menyandingkan potensi perusahaan lokal ini dengan merek-merek raksasa dunia yang sudah lama mapan di pasar internasional.
Jepang memiliki Isuzu dan Hino, sementara Korea Selatan bangga dengan Hyundai serta Daewoo sebagai pemain utama mereka. Presiden ingin melihat VKTR menjadi “national champion” Indonesia yang merajai pasar kendaraan komersial dalam beberapa tahun mendatang.
Keyakinan ini muncul karena kualitas produk buatan dalam negeri kini semakin diminati oleh banyak negara tetangga. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar ekosistem otomotif ini terus berkembang secara berkelanjutan dan kompetitif.
Peningkatan TKDN dan Kemandirian Ekonomi Nasional
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama dalam industri kendaraan listrik Indonesia adalah penggunaan komponen lokal. Saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada armada bus dan truk listrik tersebut sudah mencapai angka 40 persen.
Pemerintah menargetkan angka TKDN ini akan melonjak hingga 60 persen dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Langkah progresif tersebut akan terus berlanjut dengan target ambisius mencapai 80 persen pada empat tahun mendatang.
Peningkatan nilai lokalitas ini sangat penting untuk memperkuat struktur ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan pada barang impor. Hal ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam menjaga kedaulatan industri di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Strategi Menghadapi Krisis Energi Global
Percepatan transisi ke kendaraan listrik merupakan respons strategis terhadap ancaman krisis energi yang dipicu ketegangan geopolitik dunia. Prabowo menekankan bahwa pengurangan ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) adalah prioritas mutlak bagi stabilitas nasional.
Selain kendaraan komersial, pemerintah juga merencanakan program konversi besar-besaran untuk kendaraan roda dua di seluruh tanah air. Sebanyak 120 juta unit motor konvensional ditargetkan bertransformasi menjadi motor listrik dalam jangka waktu empat tahun.
Tidak berhenti di situ, rencana pengembangan sedan listrik untuk kendaraan dinas pejabat pemerintah juga mulai digulirkan secara serius. Targetnya, pada tahun 2028, para pejabat negara sudah bisa menggunakan mobil sedan listrik hasil karya anak bangsa sendiri.