Uptodai.com - Jam tangan mewah Maserati terbaru kini menjadi perbincangan hangat di kalangan kolektor barang mewah dan pecinta otomotif dunia. Pabrikan mobil asal Italia yang identik dengan kecepatan dan kemewahan ini baru saja memperkenalkan sebuah mahakarya horologi yang harganya sangat fantastis. Langkah ini membuktikan bahwa Maserati tidak hanya piawai dalam merancang mesin pacu di lintasan balap, tetapi juga dalam industri gaya hidup kelas atas.

Maserati secara resmi menggandeng produsen jam tangan ternama, Bianchet, untuk melahirkan edisi terbatas yang diberi nama UltraFino Maserati Flying Tourbillon. Arloji ini bukan sekadar aksesori biasa, melainkan simbol perayaan satu abad atau 100 tahun logo ikonik Trident milik Maserati. Kerja sama ini menghasilkan sebuah produk yang menggabungkan presisi mesin jam tangan dengan estetika desain supercar yang agresif.

Harga Fantastis Setara Sembilan Mobil Listrik

Hal yang paling menarik perhatian publik tentu saja adalah label harganya yang menyentuh angka 81.616 Franc Swiss atau sekitar Rp1,8 miliar. Nilai ini dianggap luar biasa karena setara dengan harga sembilan unit BYD Atto 1 yang saat ini dijual di Indonesia dengan harga Rp199 juta per unit. Perbandingan ini menunjukkan betapa eksklusifnya posisi jam tangan tersebut di pasar global.

Bahkan, jika dibandingkan dengan lini produk otomotif lainnya, harga arloji ini jauh melampaui harga beberapa mobil sport baru. Uang sebesar itu cukup untuk memboyong satu unit Maserati Grecale, Chevrolet Corvette Stingray, atau bahkan Porsche 718 Cayman dalam kondisi gres dari dealer. Kelangkaannya semakin dipertegas dengan jumlah produksi yang hanya dibatasi sebanyak 100 unit di seluruh dunia.

Material Canggih dan Inspirasi Desain Supercar

Secara visual, jam tangan mewah Maserati terbaru ini membawa napas otomotif yang sangat kental pada setiap detailnya. Bagian dial menggunakan konsep skeleton terbuka yang terinspirasi langsung dari bentuk velg Maserati MCPura. Aksen warna khas AI Aqua Rainbow memberikan sentuhan modern yang kontras dengan material serat karbon yang dominan pada bagian bodi jam.

Penggunaan serat karbon ini bukan tanpa alasan, karena material tersebut menyerupai struktur monokok yang sering ditemukan pada mobil balap Formula 1. Kaca safir yang sangat jernih membungkus mesin Bianchet UT01 yang memiliki ketebalan hanya 3,85 mm. Meski terlihat sangat tipis dan elegan, jam tangan ini diklaim memiliki ketahanan luar biasa terhadap guncangan hingga kekuatan 5.000 G.

Komponen Tourbillon pada jam ini dibuat menggunakan material titanium Grade 5 yang sangat ringan namun kuat. Maserati menyebut komponen ini sebagai “mesin performa tinggi” versi dunia horologi yang menjamin akurasi waktu tingkat tinggi. Untuk bagian pengikat, tersedia dua pilihan strap eksklusif, yakni gelang berbahan karbon atau karet vulkanisasi dengan pengunci berbahan titanium.

Kontras Antara Kemewahan Maserati dan Popularitas BYD

Menariknya, perbandingan harga dengan BYD Atto 1 memberikan gambaran nyata mengenai perbedaan segmen pasar yang sangat jauh. Di saat Maserati menyasar kolektor kelas kakap, BYD Atto 1 justru sedang menjadi primadona baru di pasar otomotif Indonesia. Mobil listrik asal China tersebut banyak diburu karena menawarkan teknologi canggih dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat luas.

BYD Atto 1 saat ini bahkan mulai banyak digunakan sebagai armada taksi online di kota-kota besar karena efisiensinya yang tinggi. Desain hatchback yang modern dan fitur interior yang futuristik membuat mobil ini memiliki angka penjualan yang melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir. Kontras antara arloji seharga miliaran rupiah dan mobil listrik ekonomis ini menjadi anomali yang menarik di industri gaya hidup saat ini.

Bagi para calon pembeli yang berminat, Maserati telah menyiapkan pengalaman eksklusif di Jenewa, Swiss, untuk mencoba langsung produk ini. Konsumen berkesempatan merasakan sensasi berkendara dengan Maserati MCPura sebelum akhirnya mengenakan arloji yang harganya setara dengan satu garasi penuh berisi mobil listrik. Produk ini benar-benar menjadi lambang status bagi mereka yang menghargai sejarah panjang sang Trident.