Uptodai.com - Penampilan Jay Idzes di Liga Italia kembali mencuri perhatian publik saat ia mengawal lini pertahanan Sassuolo menghadapi Fiorentina. Bek andalan Timnas Indonesia tersebut dipercaya tampil penuh selama 90 menit dalam laga yang berlangsung di Stadion Artemio Franchi pada Minggu (26/4/2026).

Pertemuan ini menjadi semakin menarik karena Idzes harus berhadapan dengan kiper legendaris eks Manchester United, David De Gea. Meskipun bermain di bawah tekanan suporter tuan rumah, Sassuolo berhasil membawa pulang satu poin berharga setelah menahan imbang La Viola tanpa gol.

Ketangguhan Jay Idzes di Lini Belakang Sassuolo

Sejak peluit awal dibunyikan, Fiorentina langsung melancarkan serangan bertubi-tubi ke jantung pertahanan tim tamu. Jay Idzes tampak sangat disiplin dalam menjaga area penalti dan melakukan beberapa intersep krusial untuk mematahkan serangan lawan yang dibangun oleh tuan rumah.

Pemain sayap Fiorentina, Dodô, sempat memberikan ancaman serius pada menit ke-16 melalui pergerakan cepatnya di sisi lapangan. Namun, koordinasi apik antara Idzes dan rekan setimnya membuat gawang Sassuolo tetap aman dari kebobolan di fase awal pertandingan yang sangat krusial tersebut.

Tidak hanya fokus bertahan, Idzes juga beberapa kali membantu memulai transisi permainan dari lini belakang dengan umpan-umpan pendek yang akurat. Ketenangan pemain berusia 25 tahun ini menjadi kunci utama bagi Sassuolo dalam meredam agresivitas para penyerang Fiorentina sepanjang laga.

Jual Beli Serangan di Stadion Artemio Franchi

Sassuolo sebenarnya tidak hanya bertahan total, mereka juga memberikan perlawanan sengit melalui aksi individu Cristian Volpato dan Kristian Thorstvedt. Beberapa peluang emas sempat lahir dari skema bola mati, namun ketangguhan lini belakang Fiorentina yang dipimpin Luca Ranieri masih sangat sulit ditembus.

Memasuki pertengahan babak pertama, tensi pertandingan semakin memanas dengan intensitas permainan yang sangat tinggi. Fiorentina terus mencoba memecah kebuntuan lewat sepakan jarak jauh Rolando Mandragora serta penetrasi Manor Solomon yang sangat merepotkan barisan pertahanan tim tamu.

Hingga wasit meniup peluit tanda turun minum, skor kacamata tetap bertahan bagi kedua kesebelasan yang bertanding. Kedua tim terlihat masih mencari celah di tengah rapatnya barisan pertahanan masing-masing yang tampil sangat solid dan disiplin sepanjang 45 menit pertama.

Drama Babak Kedua dan Rotasi Strategi Pelatih

Memasuki babak kedua, pelatih kedua tim mulai melakukan perubahan strategi yang cukup signifikan untuk memecah kebuntuan. Sassuolo memasukkan tenaga baru seperti M’Bala Nzola dan Alieu Fadera guna meningkatkan daya gedor tim melalui skema serangan balik cepat yang mematikan.

Pertandingan sempat berjalan cukup keras yang ditandai dengan keluarnya kartu kuning untuk Mandragora pada menit ke-57 akibat pelanggaran profesional. Jay Idzes sendiri tetap tampil tenang meski harus menghadapi gempuran Albert Guðmundsson yang terus mencari ruang tembak di dalam kotak penalti.

Pada 15 menit terakhir pertandingan, Fiorentina tampil semakin agresif dengan memasukkan Giovanni Fabbian untuk menambah kreativitas di lini tengah. Tekanan demi tekanan terus berdatangan ke area pertahanan Sassuolo, namun performa gemilang barisan belakang membuat skor imbang 0-0 bertahan hingga laga usai.

Posisi Klasemen Sementara Liga Italia Musim Ini

Hasil imbang tanpa gol ini membuat Sassuolo kini tertahan di peringkat ke-10 klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 46 poin. Sementara itu, Fiorentina masih harus berjuang keras di papan bawah, tepatnya di posisi ke-15 dengan raihan 37 poin dari total pertandingan yang telah dijalani.

Keberhasilan mencuri poin di kandang lawan menjadi modal yang sangat penting bagi Sassuolo untuk menatap laga-laga berikutnya di kompetisi domestik. Bagi pendukung Garuda, performa konsisten Jay Idzes di kasta tertinggi sepak bola Italia tentu menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi kekuatan Timnas Indonesia.

Aksi solid Idzes dalam meredam serangan pemain kelas dunia membuktikan bahwa kualitas bek Indonesia sudah mampu bersaing di level tertinggi Eropa. Sassuolo kini bersiap untuk melanjutkan tren positif mereka demi memperbaiki posisi di klasemen akhir musim nanti.