Inter Milan Juara Liga Italia 2025-2026 Usai Tekuk Parma 2-0
Uptodai.com - Inter Milan juara Liga Italia musim 2025-2026 secara resmi setelah memetik kemenangan krusial atas Parma dengan skor 2-0. Pertandingan pekan ke-35 yang digelar di Stadion San Siro pada Senin (4/5/2026) dini hari WIB tersebut menjadi pesta pora bagi pendukung tuan rumah. Keberhasilan ini sekaligus mengunci gelar Scudetto ke-21 dalam sejarah panjang klub asal kota mode tersebut.
Kepastian gelar juara ini datang lebih cepat setelah pesaing terdekat mereka, Napoli, tertahan imbang tanpa gol oleh Como sehari sebelumnya. Kondisi tersebut membuat selisih poin Inter Milan sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh para rival di sisa musim. Skuad asuhan Simone Inzaghi tampil dengan kepercayaan diri tinggi sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit.
Dominasi Inter Milan dan Gol Pembuka Marcus Thuram
Sejak awal babak pertama, La Beneamata langsung mengambil inisiatif serangan untuk menekan pertahanan tim tamu. Denzel Dumfries hampir saja mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan tajam, namun bola masih melambung tipis di atas mistar. Parma sendiri bukan tanpa perlawanan karena mereka sempat mengancam lewat skema serangan balik cepat yang merepotkan lini belakang tuan rumah.
Peluang emas sempat didapatkan oleh Mateo Pellegrino dari Parma, namun penyelesaian akhirnya masih gagal membuahkan hasil. Inter kemudian membalas lewat sepakan keras Nicolo Barella pada menit ke-26 yang sayangnya hanya membentur tiang gawang. Kemelut sempat terjadi di depan gawang Zion Suzuki, tetapi kiper asal Jepang itu tampil cukup sigap menghalau bola.
Kebuntuan akhirnya pecah tepat sebelum turun minum, tepatnya pada masa injury time babak pertama. Marcus Thuram berhasil lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan terobosan yang sangat presisi. Dengan tenang, penyerang timnas Prancis itu menaklukkan kiper lawan dan membawa Inter unggul 1-0 hingga babak pertama usai.
Henrikh Mkhitaryan Gandakan Keunggulan di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan tidak menurun meskipun Inter Milan sudah berada di atas angin. Parma mencoba bermain lebih terbuka demi mengejar ketertinggalan, namun hal ini justru memberikan ruang bagi tuan rumah. Masuknya Lautaro Martinez sebagai pemain pengganti memberikan tenaga baru bagi lini serang Nerazzurri yang semakin agresif.
Gol kedua yang ditunggu-tunggu publik San Siro akhirnya tercipta pada menit ke-80 melalui kaki Henrikh Mkhitaryan. Proses gol ini berawal dari aksi individu Lautaro Martinez di sisi sayap yang kemudian mengirimkan umpan tarik ke dalam kotak penalti. Mkhitaryan yang berdiri tanpa kawalan langsung menyambar bola untuk mengubah kedudukan menjadi 2-0.
Parma sebenarnya sempat memperkecil ketertinggalan melalui aksi Nesta Elphege di penghujung laga. Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR karena adanya pelanggaran offside dalam proses serangan. Skor dua gol tanpa balas tetap bertahan hingga laga usai, sekaligus memastikan hasil Inter vs Parma berakhir dengan kemenangan manis.
Catatan Sejarah Scudetto ke-21 Nerazzurri
Kemenangan ini membawa makna mendalam bagi seluruh elemen klub karena Inter Milan kini resmi mengoleksi 21 gelar juara kasta tertinggi Italia. Konsistensi permainan sepanjang musim menjadi kunci utama keberhasilan mereka mendominasi Serie A. Para pemain dan staf kepelatihan langsung merayakan keberhasilan ini di tengah lapangan segera setelah peluit panjang berbunyi.
Pencapaian ini juga menegaskan dominasi Inter Milan di kancah domestik dalam beberapa tahun terakhir. Keberhasilan mengunci gelar di pekan ke-35 menunjukkan betapa tangguhnya mentalitas juara yang dimiliki oleh Lautaro Martinez dan kawan-kawan. Kini, fokus Inter akan beralih untuk menyelesaikan sisa laga musim ini dengan catatan yang tetap impresif bagi para penggemarnya.