Misteri Kematian Pendiri Mango Mulai Terkuak, Anak Ditangkap
Uptodai.com - Penyelidikan kepolisian Spanyol akhirnya berhasil mengungkap misteri kematian pendiri Mango, Isak Andic, yang sebelumnya dinilai sebagai kecelakaan murni saat mendaki gunung. Pihak berwenang kini mengarahkan tuduhan kepada putra sulungnya, Jonathan Andic, yang diduga kuat merencanakan pembunuhan tersebut. Langkah hukum ini mengejutkan publik internasional mengingat Mango merupakan salah satu raksasa ritel mode terbesar di dunia.
Sebelumnya, Isak Andic dilaporkan tewas setelah terjatuh dari tebing setinggi 150 meter di kawasan pegunungan Montserrat pada akhir tahun lalu. Polisi awalnya menutup kasus ini sebagai kecelakaan tragis biasa karena medan pendakian yang terjal. Namun, temuan bukti baru dari hakim investigasi di Martorell mengubah total arah penyelidikan kasus ini.
Kejanggalan di Balik Kasus Pembunuhan Isak Andic
Hakim pengadilan menemukan indikasi kuat bahwa Jonathan Andic terlibat aktif dalam kematian sang ayah. Akibatnya, aparat keamanan langsung menahan Jonathan sebelum akhirnya ia bebas sementara dengan uang jaminan fantastis sebesar 1 juta euro atau sekitar Rp18 miliar. Tuduhan ini tentu mengguncang internal manajemen Mango yang selama ini dikenal solid.
Dalam pemeriksaan awal, Jonathan berdalih bahwa ia berjalan di depan ayahnya saat mendengar suara gemuruh batu longsor. Dia mengaku langsung berbalik arah namun hanya sempat melihat tubuh ayahnya meluncur ke bawah jurang. Kendati demikian, tim penyidik forensik menemukan banyak ketidaksesuaian antara kesaksian tersebut dengan kondisi riil di lapangan.
Jalur pendakian Montserrat sebenarnya tergolong sangat aman dan sering menjadi rute rekreasi bagi keluarga hingga anak-anak sekolah. Selain itu, posisi jenazah Isak Andic menunjukkan keanehan karena meluncur dengan posisi kaki terlebih dahulu, bukan kepala. Luka-luka pada tubuh korban juga tidak mencerminkan pola jatuh bebas akibat terpeleset biasa.
Anak Pendiri Mango Ditangkap Setelah Polisi Temukan Bukti Perencanaan
Kecurigaan polisi semakin menguat setelah melacak riwayat perjalanan digital dan fisik milik Jonathan. Penyidik menemukan fakta bahwa anak pendiri Mango ditangkap setelah diketahui mengunjungi lokasi kejadian sebanyak tiga kali sebelum insiden maut terjadi. Hakim menilai kunjungan berulang tersebut merupakan bagian dari persiapan matang untuk memetakan lokasi eksekusi.
Pernyataan Jonathan yang berubah-ubah selama interogasi tiga jam juga semakin menyudutkan posisinya di mata hukum. Pada satu momen ia mengaku berada sangat jauh di depan ayahnya, namun kemudian meralat bahwa jarak mereka sangat dekat. Ia juga mengklaim sang ayah jatuh saat sedang mengambil foto, padahal ponsel Isak tersimpan rapi di dalam saku celananya.
Montserrat sendiri merupakan kawasan pegunungan berbatu yang memiliki nilai spiritual tinggi di Catalonia, Spanyol. Di balik keindahannya, tebing-tebing curam di sana kini menjadi saksi bisu tragedi keluarga miliarder ini. Kasus ini pun menarik perhatian luas dari para pencinta mode dan pengamat bisnis global di seluruh dunia.
Motif Perebutan Kekuasaan dan Bisnis Ritel Global
Pihak kepolisian kini tengah mendalami motif di balik dugaan pembunuhan ini, yang diduga kuat berkaitan dengan konflik internal bisnis keluarga. Isak Andic kabarnya berencana mendirikan sebuah yayasan amal besar yang akan memotong sebagian aset kekayaan Mango. Rencana tersebut kabarnya memicu penolakan keras dari Jonathan yang khawatir akan kehilangan kendali atas imperium bisnis tersebut.
Mango didirikan oleh Isak Andic pada tahun 1984 di Barcelona dan kini telah memiliki ribuan gerai di puluhan negara. Sebagai salah satu merek fesyen cepat (fast fashion) paling sukses, transisi kepemimpinan di perusahaan ini selalu menjadi sorotan. Skandal berdarah ini diprediksi akan memengaruhi stabilitas saham dan citra merek Mango di pasar internasional.
Hingga saat ini, pihak manajemen Mango belum memberikan pernyataan resmi terkait status hukum Jonathan Andic. Proses hukum masih terus berjalan di pengadilan Spanyol untuk membuktikan keterlibatan penuh sang putra mahkota dalam tragedi ini. Publik kini menunggu jalannya persidangan yang diprediksi akan mengungkap lebih banyak fakta mengejutkan.